oleh

Pembangunan Pasar Tanpa Izin, Berlanjut

Temuan DPRD Kota Palembang

PALEMBANG, SuaraSumselNews | ADA temuan Komisi II DPRD Kota Palembang terkait bangunan pasar yang tidak memiliki izin di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring kembali berlanjut dengan dilaksanakannya rapat bersama mitra dan pihak yang melakukan pembangunan, Senin (22/11).

Dalam rapat itu, diketahui pembangunan itu dilakukan oleh mantan Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu, di atas lahan milik anak mantan Gubernur Sumsel.

Asnawi mengaku, pembangunan itu atas dasar swadaya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Induk Jakabaring. Dan dia sebagai direktur atas pendirian bangunan yang diketahui melanggar, Garis Sempadan Bangunan (GSB) serta Garis Sempadan Jalan (GSJ).

BACA JUGA:  Layanan Digital Agar Optimal Pajak Daerah

Bahwa perizinan bangunan, dia mengakui belum memiliki izin. Bahkan da berjanji akan segera mengurus izinnya.

“Nanti akan kita urus, kalau harus dirobohkan, bagaimana dengan uang PKL yang sudah menyetorkan untuk pembangunan itu,” kilahnya.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang, Fahrie Adianto, didampingi Sekretaris Pomi Wijaya mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti semua laporan dari mitra dan pihak yang bertanggungjawab untuk pembangunan pasar tersebut.

“Diketahui, jumlah PKL sekitar 60 orang Masing-masing swadaya sebesar Rp 50 juta, yang pasti akan kami tindaklanjuti. Apakah benar pembangunan itu dilakukan atas swadaya PKL,” jelasnya.

Atas pendirian pasar yang dianggap ilegal itu, sudah mendapat Surat Peringatan (SP) I dari Dinas PUPR Kota Palembang.

BACA JUGA:  Kodim 0403/OKU Jadi Sasaran Serbuan Vaksinasi

Hadir dalam rapat, Perwakilan Dinas PUPR, DPMPTSP, PD Pasar Palembang Jaya, DLHK, dan tenaga ahli pelayanan publik. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait