Breaking News Palembang

Hukum Mati Pengedar Narkoba

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Presiden Gebrakan Anti Narkotika Nusantara (GANN) Dewi Gumay beserta jajaran mendukung tuntutan hukuman mati kepada pelaku tindakan nerkoba Letto CS agar, hal ini dilakukan guna membuat efek jera bagi gembong dan bandar narkoba.

Menurut Dewi Gumay, bisnis narkoba ini merupakan bisnis besar, namun ancaman bagi negara. ”Hukuman mati sudah pantas di lakukan, dulu pernah hakim dari putra Lahat Satria Gumay memvonis hukuman mati, pertama kali di kota Tangerang untuk bandar narkoba, kira-kira tahun 2004. Beliau masih sepupu dengan saya sekarang beliau menjadi hakim tinggi di Bandung Jabar,” ungkapnya.

Dewi mengungkapkan narkoba ini seperti gunung es, sehingga memang sulit, bahkan tidak bisa di pangkas dengan hanya atasnya saja tetapi harus memangkas dari bawah hingga ke akar akarnya.

“Narkoba ini di konsumsi dari semua kalangan, dari kelas bawah hingga kalangan elite, baik perempuan maupun laki laki. Seperti baru-baru ini di Medan bandar narkoba Zul di vonis hukuman mati. Mengadili dan menghukum mati terdakwa sebenarnya sudah jelas sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujarnya.

Gumay menambahkan, bahwa GANN bukan saja mendukung hukuman mati bagi Letto cs, tapi siapa pun yang menjadi bandar narkoba alias tidak pandang buluh. ”Saat ini kami GANN Jug berkerjasama bersinergi dengan Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Fokan) yang diketuai oleh Jefri Tambayong dan BNN RI. Selain mendukung keputusan Jaksa dan Hakim kami juga membantu merehab bagi korban korban narkoba.

“Kami juga bergabung dengan para dokter (IDI) untuk melaksanakan training seluruh dokter puskesmas supaya para dokter puskesmas dapat membantu penangulangan pertama pada pengguna dan korban narkoba,” jelasnya.

Rizky Pratama Saputra, ST

Apalagi Presiden Jokowi sudah menyatakan Indonesia darurat Narkoba dan darurat korupsi, maka hendaknya kita bersama-sama membantu pihak kepolisian dan BNN agar turut memberantas para gembong dan bandar narkoba, dari kelas kurier terlebih dahulu sehingga akan jelas semuanya siapa bandar besar yang membunuh warga Indonesia setiap hari 40-50 orang mati karna narkoba.

“Sekarang sudah banyak jenisnya. Contoh salah satu ada juga Gorilla, PCC jumbo putao, lebih dari 147 macam jenis narkotika dan 77 macam di konsumsi setiap hari. Presiden RI Jokowi mengajak kita semua agar menjaga anak-anak kita, keluarga, kerabat dari jeratan narkoba yang mematikan. Jika ada yang tahu dan melihat segera laporkan. Karena masih banyak lagi Letto yang lain yang belum tertangkap,” tegas Degum.

Selain itu Dewi Gumay menghimbau untuk tetap menjaga keluarga dan lingkungan jangan sampai terjerat narkoba. “Keluarga besar GANN, menghimbau agar selalu menjaga keluarga dan banyaklah komunikasi setiap hari pada keluarga dan lingkungan kita, Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar), NKRI harga mati,” pungkasnya.

Sementara itu Rizky Pratama Saputra, ST, Bendum GANN ini mendukung penuh pemberantasan dan pencegahan narkoba oleh pemerintah pusat maupun daerah karena narkoba adalah perusak generasi bangsa. “Saya mengajak untuk menjaga dan mengawasi anak dan keluarga kita dari bahaya narkoba,” jelasnya singkat. (as)

Print Friendly, PDF & Email

About the author

redaksi suarasumselnews

Add Comment

Click here to post a comment