oleh

Palembang Banjir, BPBD Minta Pemkot Membenahi Drsinase

PALEMBANG, SuaraSumselNews | BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel rekomendasikan Kabupaten/Kota membenahi sistem drainase fan tanggul. Hal ini dilakukan untuk antisipasi, karena intensitas terus meningkat yang dapat mengakibatkan banjir.

“Bencana banjir hampir terjadi di semua daerah, optimalan drainase di wilayah resapan, termasuk tanggul-tanggul penahan luapan air sungai harus kokoh,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iriansyah, Selasa (14/9).

Dia tegaskan pentingnya pemerintah daerah melakukan pengecekan guna memastikan infrastruktur pendukung dalam upaya pencegahan banjir berfungsi baik. “Bencana alam tidak bisa diprediksi, sewaktu-waktu bisa terjadi. Makanya, kita bisa mengurangi resiko ancaman itu,” tegasnya.

Buktinya, Kota Palembang termasuk daerah yang rawan menghadapi banjir. BPBD menyarankan Pemkot Palembang, menata daerah resapan air serta memastikan sistem drainase berfungsi baik untuk menekan risiko banjir. “Ya sudah direkomendasikan kepada OPD terkait,” kata Iriansyah.

BACA JUGA:  Vaksinasi Massal OKI Fokus untuk Ibu Hamil

Daerah lain yang menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu Timur, Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, Pagaralam, dan Empat Lawang juga disarankan memperbaiki sistem drainase untuk meminimalkan risiko banjir.

Kepala Stasiun Klimatologi dan Geofisika Kelas 1 Palembang Wandayantolis mengatakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan mulai dari September-Oktober 2021 sampai dengan akhir triwulan pertama 2022.

Menurut dia, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada triwulan pertama 2022 dengan kisaran curah hujan 400 mm per bulan.

Dengan kondisi yang demikian, ia mengatakan, banjir dan tanah longsor bisa terjadi di daerah pesisir dan atau dataran tinggi.

BACA JUGA:  Sumsel Masuk Musim Hujan

“Walau pun puncaknya tahun depan tapi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini paling telat November sudah mulai bergerak untuk antisipasi dampak minor musim penghujan,” harapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait