oleh

Dodi Reza Alex Minta Kader Golkar Tetap Solid dan Loyal

Terkait Alex Noerdin Jadi Tersangka

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SEMUA kader Partai Golkar Sumsel diimbau tetap solid dan loyal, terhadap munculnya berita penangkapan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumsel, Alex Noerdin, terkait kasus dugaan korupsi pembelian Gas Bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel Tahun 2010-2019.

Imbauan tersebut disampaikan langsung Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Dodi Reza Alex, yang merupakan anak dari Gubernur Sumsel periode 2008-2018 Alex Noerdin.

“Kepada seluruh kader Partai Golkar Sumsel yang saya cintai dan saya banggakan, menanggapi berita terakhir terkait kondisi Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumsel, kami mengabarkan beliau dalam keadaan sehat dan baik-baik saja,” ujar dia, Kamis (16/9).

BACA JUGA:  Dukung Suksesi PON Papua, PLN Gelontorkan Rp.313 Miliar

Dodi mengungkapkan, bahwa ini adalah ujian dari proses yang harus dijalani oleh beliau. Dalam menghadapi proses ini semua tentu harus bersabar dan terus berjuang. Insya Allah beliau bisa membuktikan kalau beliau tidak bersalah. Dan ini risiko yang diemban beliau sewaktu menjabat sebagai Gubernur Sumsel.

“Saya memohon dan meminta kepada seluruh kader partai Golkar Sumsel untuk tetap solid dan loyal dan tidak terprovokasi berita yang ada di luar. Tolong dan mohon agar selalu didoakan Ketua Dewan Pertimbangan kita H Alex Noerdin selalu dalam keadaan sehat walafiat untuk menghadapi proses selanjutnya,” tegas dia.

Hasil perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kerugian dari kasus dugaan korupsi Pembelian Gas Bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel Tahun 2010-2019, yakni lebih dari 30 juta Dolar AS.

BACA JUGA:  Muddai Madang, Menjadi Tersangka Korupsi PDPDE

Rinciannya, sebesar 30.194.452.79 dolar AS yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel. Kemudian, sebesar 63.750 dolar AS yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel.

Sementara, peran Muddai Madang dalam kasus tersebut selaku Komisaris Utama PDPDE dan Direktur PDPDE Gas, menerima fee marketing dari PDPDE Gas atas pembelian gas tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait