oleh

Desak Pemkot Palembang Tutup Permanen Kafe Sarang Narkoba

PALEMBANG, SuaraSumselNews | POLRESTABES Palembang, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menutup secara permanen Kafe RD yang diduga masih menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.

“Kami minta melalui surat ke Pemkot bila izinnya masih berlaku supaya dicabut atau bahkan tutup permanen. Karena masih terjadi dan terus berulang dalam kasus peredaran narkoba,” jelas Komandan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi, Minggu, (12/9).

Menurutnya, penutupan permanen kafe sekaligus klub malam untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

Apalagi, Kota Palembang masih berjuang melawan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

“Sudah sewajarnya ditutup permanen, mereka yang sudah tidak ada izin usaha secara terang-terangan tetap beroperasi hingga dini hari menciptakan kerumunan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Drum Band Sumsel Mampu Jadi Wadah Pemuda Salurkan Bakat Bidang Musik

Sebagai bukti, klub malam yang berlokasi di Jalan Perindustrian 2, Kecamatan Sukarame, Palembang, masih menjadi tempat penyalahgunaan narkotika, sedikitnya 23 orang dari 87 orang yang terjaring operasi gabungan pada Minggu dini hari, terbukti mengonsumsi narkoba jenis pil ekstasi.

Dari jumlah yang terjaring tersebut, yaitu 61 laki-laki dan 26 perempuan termasuk di dalamnya remaja belasan tahun.
“Seorang DJ harus diobservasi di Rumah Sakit Bhayangkara M Hassan, karena pengaruh narkoba, saat petugas datang ia melompat dari lantai tiga gedung sehingga patah kaki,” terangnya.

Mereka semua langsung diangkut ke Mapolrestabes Palembang menggunakan tiga mobil truk polisi sekaligus dan tanpa terkecuali, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes urine dan pendataan identitas diri.

BACA JUGA:  Manajement PT Infratech (IFT) Indonesia Bakal Tindak Tegas Oknum Karyawan

Petugas mengamankan satu set DJ mixer merek Pioneer dengan stiker RD beserta puluhan kardus berisikan minuman beralkohol sebagai barang bukti.

Selain pengunjung, petugas juga mengamankan pelayan, pemandu lagu, kasir, dan DJ untuk dimintai keterangan secara intensif.

Meskipun untuk saat ini petugas belum menemukan barang bukti narkoba, Andi menegaskan, klub malam RD dalam pengawasan ketat kepolisian. “Akan didalami perihal peredaran narkoba di sana (klub malam RD) bersama satreskrim untuk tindakan konstruksi hukumnya,” sambung Andi

“Terhadap semua yang dinyatakan positif menggunakan narkoba akan dilakukan pendataan diri, lalu diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel guna dilakukan asesmen atau rehabilitasi,” imbuhnya. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait