oleh

Aufa: Potensi Lahat Hebat

Bupati Lahat MoU Disbudpar Sumsel

LAHAT, SuaraSumselNews | BUPATI Lahat Cik Ujang SH melakukan MoU bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sum-Sel), tentang Aplikasi Giwang, Rabu kemarin (15/9).

Acara penandatanganan atau MoU tersebut, dilakukan karena Kabupaten Lahat menjadi andalan Sumsel dalam Pariwisata dan Budaya. Mengingat Lahat ini banyak potensi wisata dan budaya yang mumpuni.

Turut hadir dalam MoU tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lahat H Haryanto SE MM MBA, Pj Sekda Drs H Deswan Irsyad M PdI, Staf Khusus Bidang Pariwisata Gubernur Sumsel Abdul Aziz Kamis dan Tim dari Dinas Kebudayaan dan Provinsi Sumsel.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal mengakui hal tersebut apa lagi saat ini objek wisata Lahat masuk dalam nominasi. Diantaranya, Bukit Besar (Besar) belum Wisata dan Budaya yang lain.

BACA JUGA:  Bupati dan Wabup Dengarkan Pandangan Raperda Inisiatif DPRD Lahat

“Lahat ini sangat potensial dalam hal pariwisata dan budaya yang mumpuni dan banyak sekali. Lahat potensi yang hebat,” ungkapnya usai melakukan kunjungan ke Lahat guna MoU dengan Pemkab Lahat terkait Aplikasi Giwang.

Menurut Aufa, untuk destinasi wisata di Kabupaten Lahat banyak sekali yang bisa di ekspos belum lagi ditambah budaya yang ada.

“Yang jelas, untuk Budaya Lahat rajanya, selain Megalit yang banyak belum lagi ditambah budaya lainnya,” terang Aufadi Opsroom Pemkab Lahat.

Sambung Aufa, kedatangan tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel berdasarkan perintah Gubernur Sumsel. Karena telah di launching Aplikasi ‘Giwang’ (Gentak Informatif Wisata Andalan Naman dan Gempita).

BACA JUGA:  Deru: Kuatkan Pondasi Pembangunan Sumsel

“ Alhamdulillah splikasi Giwang yang terbaik di Indonesia bahkan Menteri Pariwisata sangat mendukung. Apalagi dalam aplikasi ini ada distinasi, wisata maupun budaya yang ada di daerah,” tambahnya.

Sementara, Bupati Lahat Cik Ujang SH mengakui pariwisata di Lahat ini banyak. Apakah itu yang baru maupun yang lama. Bahkan Cik Ujang sendiri mendukung adanya Aplikasi Giwang ini.

“Pariwisata dan budaya ini tidak akan habis. Beda halnya dengan sumber daya alam (SDA) yang ada, akan habis jika terus menerus diambil,” kilah Cik Ujang. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait