oleh

Tak Ada Alasan Tunda Pilkada

Gubernur : Jika Ditunda Ada Konsekuensinya

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 rencananya akan tetap dilangsungkan meski di masa pandemi.
Beberapa kalangan mengusulkan agar pemerintah menunda pelaksanaan pilkada demi menekan penularan Covid-19.

Ada tujuh kabupaten di Sumsel yang akan menggelar Pilkada serentak. Masing-masing, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas (Mura), Muratara, Ogan Ilir dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Gubernur Sumsel Herman Deru, menyebutkan, tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan Pilkada serentak di Sumsel karena sudah sesuai dengan zonasi.

Terlebih, presiden mengisyaratkan pilkada serentak tak akan ditunda.
“Kalau untuk menunda Pilkada tentu ada konsekuensi,” ujarnya, Senin (21/9).

Meskipun sebelumnya telah ada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muratara, Agus Marianto, yang dinyatakan positif Covid-19, menurut Deru, hal tersebut tidak lantas menjadikan penyelenggaraan pilkada serentak harus ditunda.

“Asal (dia) tidak komorbid maka isolasi saja,” jelas dia. Sementara itu, ahli epidemiologi Sumsel, Iche Andriany Liberty, menjelaskan, saat ini belum ada rumusan mengenai usulan penundaan pilkada serentak.

“Dari tim masih menunggu setelah rapat seluruh satgas kabupaten dan kota di Sumsel,” kata Iche.

Dia menambahkan, jika pun nantinya Pilkada tidak ditunda pelaksanaannya, tahapan pilkada harus dipastikan tidak menjadi klaster penularan baru.

Kegiatan kampanye harus dimodifikasi sedemikian rupa sehingga protokol kesehatan terjamin dapat dilaksanakan.
“Kalau pada kegiatan kampanye tentu jaga jarak dan berkerumun itu yang sangat sulit.” ujar Iche.(“)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed