oleh

Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Hajatan Warga Akan Dibubarkan

Pemkot Linggau Berikan Kelonggaran

 

LUBUKLINGGAU, SuaraSumselNews | PEMERINTAH Kota Lubuklinggau kedepannya berencana memberikan kelonggaran izin bagi warga yang hendak menggelar hajatan. Tentunya hal itu akan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Adapun sejumlah syarat protokol kesehatan yang wajib dipatuhi oleh pihak penyelenggara hajatan yaitu, jamuan makan wajib makanan kotak tidak boleh prasmanan. Para tamu harus tetap menjaga jarak, memakai masker tidak diperkenankan bersalam-salaman. Dan untuk mengenai hiburan ketika hajatan berlangsung diperbolehkan, namun diatas panggung tidak boleh banyak orang .

Kendati hal itu akan diterapkan, namun orang nomor satu di kota yang berslogankan Sebiduk Semare ini mengultimatum bagi warga yang akan menggelar hajatan ramai. Dirinya mengatakan bila tidak bisa mengedepankan protokol kesehatan, lebih baik jangan menggelar resepsi hajatan.

“Jika pihak tuan rumah dengan timnya tidak mampu menjalankan protokol kesehatan, lebih baik tidak usah menggelar hajatan. Ya dari pada nantinya dibubarkan oleh petugas yang ada, dan ada pembatasan waktu pelaksanaan resepsi, acara hiburan yang diperkenankan, dari pukul 08.00 WIB hingga batas waktu maksimal pukul 14.00 WIB” terangnya pada awak media ini, Rabu ( 15/07 ) .

Ditambahkannya, mengenai aturan protokol kesehatan terkait penyelenggaraan hajatan, dirinya mengaku saat ini memasuki pembahasan oleh tim Gugus Tugas Covid-19.

“Ini baru rencana, baru akan disosialisasikan, pelaksanaan paling satu atau dua minggu ke depan. Nanti kita tindak lanjuti dengan perwal atau intruksi walikota, untuk memastikan protokol kesehatan berjalankan sebagaimana mestinya, akan ada Bhabinsa dan Bhabinkantibmas juga Lurah yang memonitor langsung di lapangan,” beber H SN Prana Putra Sohe.

Ada sejumlah pertimbangan terkait kelonggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk hajatan dan resepsi. Meski sebenarnya Lubuklinggau belum ditetapkan new normal, yakni Kota Lubuklinggau sudah termasuk dalam kota berstatus resiko rendah.

“Dan selama Covid-19 ada banyak sektor yang lumpuh total hingga berdampak pada perekonomian masyarakat,” pungkas Walikota Lubuklinggau, yang akrab di panggil dengan nama Nanan tersebut. (*)

laporan ; ali akbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed