oleh

Pemecatan Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Sesuai Prosedur

OGAN ILIR, SuaraSumselNews | Pemecatan 109 orang tenaga kesehatan status honor di RSUD Ogan Ilir sudah benar dan sesuai prosedur jelas Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam.

Sebelumnya RSUD Ogan Ilir memecat secara tidak hormat 109 tenaga kesehatan berdasarkan SK Bupati Ogan Ilir nomor 191/KEP/RSUD/2020, pemecatan ini berdasarkan tenaga honorer mogok kerja sejak 15 Mei ketika kasus positif COVID-19 sebagai bencana nasional terus bertambah.

“Mereka, minta dilengkapi alat pelindung diri (APD) padahal di rumah sakit ada ribuan, silahkan cek semuanya mulai dari kacamata, sarung tangan dan lain-lain,”  jelas Ilyas Panji Alam, Kamis (21/5/2020).

Ia menduga tuntuan APD, insentif dan rumah singgah hanyalah alasan para tenaga honorer yang takut berhadapan dengan pasien COVID-19, sehingga ikut mengganggu penanganan COVID-19.

RSUD Ogan Ilir memiliki 34 ruangan khusus dengan fasilitas lengkap untuk singgah tenaga kesehatan, kata dia, sedangkan terkait insentif kerja menurutnya tidak wajar karena para tenaga kesehatan itu belum menunjukan kinerjanya.

“Ketika negara butuh tenaga mereka tapi malah tinggalkan tugas, jadi seperti tidak ada guna,” tegas Ilyas.

Ia menjelaskan untuk pelayanan di RSUD Ogan Ilir dipastikan berjalan optimal karena masih ada ratusan tenaga kesehatan dan medis yang masih bersiaga, selanjutnya akan dicari pengganti 109 honorer secepatnya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri di Palembang, menambahkan bahwa pemecatan tersebut berdampak pada penanganan kasus COVID-19 kendati di satu sisi pihaknya mendukung keputusan itu.

“Kalaupun ada pasien tapi mereka (tenaga kesehatan) tidak mau melayani ya sama saja, tidak ada maknanya, kalau masalahnya APD harusnya tinggal usulkan saja ke provinsi nanti kami salurkan,”  ujarnya.

Ia berharap tenaga kesehatan dan medis tetap fokus melayani selama pandemi, terutama di tengah meningkatnya kasus COVID-19  yang telah mencapai 674 kasus per 21 Mei di Sumsel, jika memang ada kekurangan maka harus cepat dikoordinasikan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed