oleh

Danrem Hadiri Pemberangkatan Satgas Yonif R 200/Bela Negara

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SEBANYAK 450 prajurit Yonif Raider 200/BN Kodam II/SWJ diberangkatkan ke Kalimantan Timur dalam operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia. Bertempat di Dermaga Pelabuhan Boom Baru Palembang, Senin ( 11/5).

Dalam Upacara pelepasan Yonif Raider 200/BN bentindak sebagai insfektur upacara mewakili Pangdam ll/Swj, Kepala Staf Kodam (Kasdam) ll/ Swj Brigjen TNI M. Zamroni. Dalam sambutan Pangdam ll/Swj yang di bacakan Kasdam ll/Swj menyampaikan pesan kepada prajurit Yonif Raider 200/BN yang akan bertugas pengamanan perbatasan RI- Malasyia.Kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan kepada Kodam II/Swj khususnya kepada prajurit Yonif Raider 200/BN tentunya membanggakan kita semua.

Karena bagi prajurit, tugas merupakan amanah, kehormatan, harga diri dan kebanggaan. Perlu dipahami bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai strategis bagi kedaulatan negara.

Bahwa tugas pengamanan perbatasan darat negara yang akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam OMSP sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

Serta melindungi segenap bangsa indonesia. Provinsi Kalimantan Timur yang akan menjadi tempat penugasan kalian, memiliki kerawanan berupa pergeseran patok tapal batas. Pembalakan hutan, penambangan liar, mobilitas TKI ilegal, perdagangan ilegal serta penyelundupan narkoba dan minuman keras.

Bahwa keberadaan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 200/BN diharapkan tidak saja dapat mengamankan wilayah perbatasan. Tetapi juga mampu membantu mengatasi kerawanan-kerawanan tersebut. Oleh karena itu, laksanakan tugas ini dengan penuh totalitas dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Selsin itu jalin komunikasi dan koordinasi dengan Polri, Pemda, Bea Cukai, Imigrasi, Balai Karantina, Aparat Kowil setempat dan Tentara Diraja Malaysia yang bertugas di perbatasan. Setibanya di daerah penugasan, segeralah beradaptasi dengan lingkungan, pahami situasi dan kondisi wilayah dengan berbagai permasalahan yang ada lakukan analisa situasi dengan tepat. Sehingga terhindar dari kesalahan dalam pengambilan keputusan. Jaga nama baik Kodam II/Swj dan hindari segala bentuk pelanggaran serta perbuatan tidak terpuji.

“Selain itu dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI di manapun kalian berada,” ujar Kasdam dalam amanatnya.

Hadir pada upacara pelepasan keberangkatan Yonif Raider 200/BN diantaranya Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P Kasdam II/Swj. Kolonel Inf Henra Hari Sutaryo Irdam II/Swj, Danrem 044/Gapo Kolonel Arm Jauhari Agus Suraji, SIP, S.Sos, Kolonel Inf Puji Cahyono, SIP Kapok Sahli Pangdam II/Swj. Asrendam II/Swj dan Para Asisten Kasdam II/Swj, Para Kabalag Jajaran Korem 044/Gapo, Kolonel Laut (P) Saryanto Danlanal Palembang, Kolonel Pnb Firman Wirayudha, S.T, M.Soc, SC.

AKBP Teguh Wadansat Brimob Palembang, Kasat Pol PP Sumsel Aris Saputra, Mayor Inf Andy Irawan, ST. Han, SH Danyonif Raider 200/BN.
GM PT. Pelindo II, Manager TBK Pelabuhan Boom Baru Palembang. (*)

laporan ; winarni/penrem

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed