oleh

Jakabaring Anker, Pasutri Korban Jambret Driver Ojol

Lokasi TKP Rawan dan Sangat Sepi

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | JIKA menyebutkan Jakabaring, pasti orang ingat, di sini pernah dilaksanakan SEAGAMES. Bahkan sebutan kawasan ini sudan menjadi trade mark para atlit dari berbagai manca negara.

Lain halnya, Jakabaring yang di sini, ternyata menjadi lokasi empuk bagi para pelaku kejahatan jambret yang mengintai pengendara sepeda motor.

Buktinya, tidak sedikti pengendara yang sudah menjadi korban saat sedang berada di sini. Contohnya Yuni (42) wanita asal Jalan Sasana Patra Kecamatan Plaju ini baru-baru ini menjadi korban penjambretan.

Ironisnya lagi, pelaku penjambretan Yuni diduga adalah salah satu oknum yang bekerja sebsgaii ojek online (Ojol).
Kejadian berawal saat Yuni bersama sang suami (pasutri) pulang dari rumah saudaranya dengan menaiki sepeda motor.

Saat dalam perjalanan menuju pulang ke rumah, ketika melintas di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring tepat di depan Gedung Bank Sumsel Babel, Yuni dan sang suami langsung dipepet oleh seorang pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

“Pada saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu kondisi jalanan memang sedang sepi. Kemudian dari arah belakang tiba-tiba datang driver Ojol dengan atribut lengkap langsung memepet kami. Saat itu juga langsung menarik tas milik saya yang saat itu sedang di pegang,” bebernya, Rabu kenarin (22/4).

Karena pada kala itu kondisi jalanan sedang sepi, saya dan suami hanya bisa pasrah menjadi korban penjambretan. Penyebabnya, karena orang yang bisa untuk dimintai tolong, lagi sepi.” ucap Yuni.

“Kami bingung dengan kondisi jalanan yang sepi, mau minta tolong sama siapa? Waktu itu kami sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku sambil meneriaki jambret. Namun karena di lokasi dalam keadaan sepi dan pelaku membawa motor begitu cepat, saya dan suami tidak bisa mengejar pelaku,” katanya.

Yuni mengaku trauma atas kejadian tersebut dan berharap agar pelaku bisa secepatnya ditangkap. “Saya trauma pak akibat kejadian itu. Karena saya sering menggunakan ojek online,” ungkapnya saat membuat laporan di Kantor Polisi Kota Besar Palembang.

Terpisah, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penjambretan yang dialami korban. “Laporan sudah kita terima dan laporan korban tersebut akan ditindaklanjuti. (*)

reporter : adeni andriadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed