oleh

Siswa Bukan Liburan, Tapi Belajar di Rumah

Bupati Minta Disdik Lakukan Pemantauan

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews |
BUPATI Ogan Komering Ilir (OKI H. Iskandar, SE menyatakan Bumi Bende Seguguk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona di wilayah ini.

Pemerintah Kabupaten OKI juga membentuk Satuan Tugas atau Gugus Tugas yang secara langsung akan dikomandoi oleh BPBD Kabupaten Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Gugus Tugas agar melakukan upaya antisipasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan identifikasi dan pendataan warga yang mengalami indikasi klinis corona maupun mempunyai histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah lain yang terjangkit dalam kurun waktu 2 minggu ini,” jelas Iskandar saat memimpin rapat antisipasi penanganan Covid-19 di Kayuagung, Selasa, (18/3).

“Jadi gejala-gejala klinis Covid-19 untuk dipantau oleh Puskesmas dan pusat layanan kesehatan. Termasuk keluhan ISPA atau DBD agar dipantau. Saya minta laporan rutinya, ” tegas Iskandar.

Ditekankan Iskandar, dirinya beserta jajaran terus mendorong langkah setiap instansi. Maksudnya untuk melakukan tindakan preventif sesuai kebutuhan dan lingkup kegiatannya masing-masing. Contohnya seperti dengan melakukan penundaan sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat. Pemantauan pasien dengan keluhan ISPA dan Demam berdarah.

Untuk lingkungan sekolah, Iskandar instruksikan untuk meliburkan sekolah 14 hari ke depan. Namun dengan catatan agar siswa belajar di rumah bukan berlibur.

“Kepada Diknas untuk dipantau program pembelajaran di rumah seperti melalui aplikasi rumah belajar, libatkan orang tua dan guru” pintanya.

Terkait diliburkannya siswa sekolah Iskandar juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja memantau kegiatan anak dan remaja usia sekolah diluaran.

Untuk area pelayanan publik, Iskandar menegaskan agar diperkuat dengan kesiapsiagaan dengan penyediaan thermal gun atau alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer serta alat cuci tangan dengan menambah jumlah wastafel maupun pipa air.

“Untuk pelayanan publik tidak mungkin jika harus kita liburkan. Namun harus disesuaikan Standar Prosedurnya (SOP) Kita tidak akan menghengtikan pelayan tetapi kita melakukan berbagai kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara bersama- sama, ” pesan dia.

Termasuk kepada perusahaan pinta Iskandar harus melakukan protokol kesehatan menyiapkan thermal gun, hand sanitizer. Kemudian mereka menyiapkan tempat cuci tangan dan menyiapkan masker jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Termasuk perusahaan harus menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Khusus untuk keberadaan tenaga kerja asing (TKA) Iskandar meminta untuk dilakukan pengawasan melekat dan pengecekan kesehatan rutin.

“Dinas terkait jalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan untuk mengecek TKA yang dipekerjakan, juga riwayat kesehatanya” ungkapnya.

“Untuk tetap tenang, jangan panik karena justru kepanikan akan menimbulkan kerentanan secara fisik dan psikis terpenting tetap jaga pola hidup bersih dan sehat” pesan Iskandar

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah resmi membentuk Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penaganan virus Corona (COVID-19).

“Sudah kami putuskan mengikuti format yang ada di pusat bahwa BPBD sebagai ketua , Dinkes sebagai sekretaris merangkap juru bicara” ungkapnya Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin. (*)

reporter : adeni andriadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed