oleh

Kuota Haji Sumsel 7.012 Orang

Anggota DPD Asal Sumsel Kunker Kemenag

PALEMBANG, SuaraSumselNews | ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumsel Hj. Eva Susanti dan anggota DPR RI Komisi II H. Wahyu Sanjaya melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel, Jumat (13/3) siang.

Mereka diterima Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi didampingi Kabag Tata Usaha H. Abadil, para Kepala Bidang. Para Kepala Kantor Kemenag se-Sumsel, serta para petugas penyelenggaraan ibadah haji (PPIH)) Kloter di Aula Kanwil Kemenag Sumsel.

Dalam sambutannya, Eva menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk menggali informasi tentang persiapan penyelenggaraan haji Embarkasi Palembang tahun 1441 H/2020 M.

“Jika ada permasalahan tentang persiapan penyelenggaraan haji, silakan disampaikan kepada kami. Nanti insya Allah akan saya sampaikan pada Raker DPD beberapa waktu mendatang. Namun bila ada yang di luar kewenangan DPD, nanti akan coba saya sampaikan kepada DPR,” jelas Eva.

Menanggapi hal ini, Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi menjelaskan, secara umum persiapan Embarkasi Palembang menyambut musim haji tahun 2020 berjalan lancar. Menurutnya, tahun 2020 ini Sumsel mendapatkan kuota sebanyak 7.012 orang dengan rincian 6.890 jamaah, 70 lansia, lima pembimbing KBIHU, dan 45 petugas haji daerah.

“Untuk biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayar jamaah haji Sumsel tahun ini adalah Rp30.073.602. Nominal ini lebih murah Rp355.973 dibanding tahun 2019 lalu sebesar Rp33.429.575. BIPIH kita juga lebih murah dibanding rata-rata nasional tahun 2020 sebesar Rp35.235.602 karena terkait jarak antara embarkasi dan Arab Saudi. Makin ke arah barat, memang makin murah,” jelas Fajri.

Untuk transportasi udara, lanjut Fajri, tahun ini Embarkasi Palembang akan menggunakan maskapai penerbangan Flynas Airlines. Ini merupakan tahun pertama kita menggunakan Flynas. Kemarin beberapa petinggi Flynas berkunjung ke Kanwil untuk memperkenalkan diri sekaligus berkoordinasi.

‘Tahun-tahun sebelumnya kita menggunakan Saudi Arabian Airlines, dan juga sempat memakai Garuda Indonesia Airlines. Mudah-mudahan dengan perubahan maskapai ini, pelayanan terhadap jamaah makin maksimal,” harap Fajri.(*)

laporan : winarni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed