oleh

9 Solusi Atasi Banjir Palembang

Dari Hasil Seminar GMMPT

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | WARGA Kota Palembang yang tergabung dalam Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam (GMMPT) menggelar seminar dengan tema 9 Solusi Anti Banjir.

Acara yang digelar, Sabtu, (22/2) itu dimulai sejak pukul 12.00 dan selesai hingga pukul 17.00 Wib. Sejumlah narasumber turut hadir Dr. Ir. Edward Saleh, M. S (Unsri), Erfan M. Kamil, ST,.MT (UM) Palembang, Drs. Wijaya Mc. M. Si, Ph.D (UIN Radenfatah) serta Sudarto Marelo mewakili Serikat Hijau Indonesia.

Sedikitnya ada sembilan solusi yang dibahas dalam ancara tersebut. Diantaranya adalah mengenai bagaimana cara mengatasi pembangunan yang menyebabkan air meluap. Konsentrasi terhadap kolam, pemanfaatan anak sungai, perbaikan infrastruktur, mereview izin bangunan dan melakukan gerakan menanam pohon.

Diantara tamu undangan yang hadir perwakilan dari sejumlah daerah yang menjadi langganan banjir disaat Kota Palembang dilanda hujan lebat.

Menurut Chaniago, Jumat lalu (14/12) tepat di sebuah tempat makan pempek kapal selam, saat itu hujan lebat dan ada banjir besar. Para masyarakat sipil dan para penggiat lingkungan berkumpul disana. Saat itu mereka diskusi bersama, kemudian melahirkan 9 solusi untuk mengatasi banjir Kota Palembang.

“Rasanya 9 solusi ini perlu untuk di kupas dalam seminar. Para pakar perlu diundang untuk menganalisa 9 solusi ini,” bebernya.

“Saya berharap hasil dari seminar hari ini nantinya sudah tidak ada lagi banjir saat Kota Palembang dilanda hujan lebat,” harap mereka.

Edwar Saleh selaku narasumber menyebut, ini adalah gagasan agar supaya Palembang tidak banjir. Kalau tidak ada inisiatif dari sekarang, saya yakin 10 tahun kedepan Palembang akan ditimpa banjir besar.” ujarnya.

“Hasil seminar ini nantinya akan disampaikan pada walikota dengan harapan agar masalah banjir di Kota Palembang segera teratasi. Tidak cuma infrastrukur, masyarakat juga diharapkan mau menyadari tentang betapa pentingnya budaya hidup bersih.

” Ya maksudnya dengan tidak membuang sampah sembarangan itu adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kiya” tega Edwar (*)

laporan : adeni andriadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed