oleh

Lanjutkan Kasus Lahan Kuburan

Hakim Tolak Pra Peradilan Johan Anuar

 

BATURAJA, SuaraSumselNews | Hakim tunggal Pengadilan Negri (PN) Baturaja Agus Safuan Admijaya SH menolak permohonan Pra Peradilan. Utamanya tentang penetapan setatus tersangka terhadap Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH MM atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan Kuburan.

Hal itu diputuskan melalui sidang dengan agenda putusan hakim yang digelar di ruang sidang Cakra PN Baturaja. Senin sore (13/1).

Sidang berlangsung pukul 14.15 wib tersebut dihadiri juga oleh ketua tim kuasa hukum Drs Johan Anuar SH MM selaku pihak pemohon yaitu Titis Rachmawati SH MH beserta anggotanya. Dan dihadiri oleh pihak Polda Sumsel Kombes Pol Jhon Mangundap SH SIK dengan agenda mendengarkan putusan hakim berlangsung hidmat.

Hakim tunggal Agus Saguan Admijaya SH yang memimpin jalannya sidang sebelum memutuskan putusan hakim, terlebih dahulu dirinya membacakan kesimpulan atas jalannya sidang Pra Peradilan yang sudah digelar sejak 6 Januari yang lalu.

Dalam bacaannya, Hakim ketua membacakan, bahwa dalil-dalil pemohon yang menyatakan dalam waktu yang bersamaan termohon (Polda Sumsel red) melakukan penyidikan terhadap kliennya. Dimana pihaknya sudah memenagkan Pra Peradilan tahun 2016 lalu dengan kasus yang sama dan saat ini tengah dilakukan penyidikan oleh Polda Sumsel tidak berdasarkan hukum yang tetap.

Hal itu dinyatakan oleh hakim PN Baturaja bahwa berdasarkan pasal 76 ayat 4 Peraturan Kapolres No 14 tahun 2012 tentang managemen penyidikan tindak pidana. “Dalam hal penghetian penyidikan yang diputuskan oleh sidang Pra Peradilan dan atau ditemukan bukti baru penyidik harus melanjutkan penyidikannya kembali dengan menerbitkan surat penyidikan lanjutan. Dan pencabutan suarat penghentian penyidikan. Menimbang dengan keterkaitan pasal 76 ayat 4 patut dicermati,” jelas hakim diruang sidang.

Untuk itu, lanjut Hakim. pihaknya berpendapat bahwa penyelidikan dan penetapan tersangka berdasarkan laporan polisi nomor 270. Maka langkah hukum yang diambil berupa penerbitan kembali surat penyidikan dan telah dilakukan gelar perkara.

“Dalil pemohon yang menyatakan termohon telah menetapkan pemoohon sebagai tersangka. Terhadap hal tersebut hakim berpendapat termohon dapat melakukan penyidikan kembali dengan membuat surat perintah penyidikan terhadap pemohon. Menimbang atas dalil-dalil pemohon dan termohan sebagai mana telah dijelaskan sebelumnya, maka permohonan pemohan haruslah di tolak,” putus hakim sembari mengetok palu sebagai tanda putusan hakim sudah finis.

Sementara itu, tim dari Polda Sumsel menyatakan setelah adanya penolakan permohonan Pra Peradilan terhadap penetapan setatus tersangka terhadap Drs Johan Anuar atas dugaan korupsi lahan kuburan. Polda Sumsel akan melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan kasus korupsi lahan Kuburan.

“Selanjutnya tetap ikuti prosesnya. Untuk lebih jelasnya silahkan melalui Kabid Humas Polda Sumsel,” terang Kombespol Jhon Mangundap SH SIK kepada wartawan .

Secara terpisah, Ketua Tim Kuasa Hukum Drs Johan Anuar SH MM, Titis Rachmawati SH MH saat dikonfirmasi wartawan terkait putusan hakim PN Baturaja yang menolak permohonan Pra Peradilan kliennya mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan hasil sidang tersebut kepada kliennya.

“Kita yakinkan bahwa kami optimis bisa memenangkan sidang Pra Peradilan ini. Namun putusan hakim kita tidak tahu dan hal-hal yang tidak kita prediksi menjadi kenyataan seperti sekarang ini. Dan putusan hakim sudah final kita tetap akan hormati putusan tersebut,” tegasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed