oleh

Sumsel Mampu Sumbang Pemain Andal Sepakbola

Gubernur Apresiasi Biscuat dan Medco

PALEMBANG, SuaraSumselNews | USAI menemani Danis cucunya khitanan di Rumah Sakit RK Charitas,  Gubernur Sumsel Herman Deru kembali melanjutkan agenda kerja menerima Forum Pembina Sekolah SepakBola Indonesia Provinsi Sumsel (FOPSSI) sehubungan dengan Road To Final Biskuat Academy 2019, di ruang rapat Gubernur,  Kamis (09/01).

Dalam kesempatan itu,  Manager Institutional Relation PT Medco B & P Indonesia,  Sutami melaporkan tim kesebelasan U11 dengan 13 pemain akan bertanding di putaran final Biskuat pada 11 Januari di Jakarta.

“Tim kesebelasan ini para pemainnya  gabungan dari kabupaten/kota di Sumsel. Putaran final berlangsung pada 11-12 Januari”, ucapnya.

Para pemain tersebut, dikatakan Sutami merupakan bakat – bakat terpendam yang  bisa dimunculkan,  sekaligus sebagai langkah awal bagi kemajuan Sepakbola di Sumsel.

Tak pelak kabar baik ini tentu saja membuat Gubernur Herman Deru gembira.  “Selamat bertanding anak-anak!. Kalian harapan besar bagi kami untuk mengharumkan nama Sumsel di kancah Nasional”, tutur HD bangga.

HD pun berpesan kepada para remaja lelaki belasan tahun itu untuk menuai prestasi dengan sportif, dan menang terhormat. Menurutnya hal ini merupakan langkah inspiratif bagi warga Sumsel.

“Sepak Bola adalah olahraga kegemaran masyarakat dari berbagai lapisan. Saya berharap Sumsel bisa menyumbang pemain andal sepakbola”, katanya.

Tak lupa HD mengapresiasi kepada Biskuat dan Medco serta semua pihak yang turut serta mengembangkan persepakbolaan di Sumsel. “Terima kasih kepada semua yang peduli dengan sepakbola”, imbuhnya.

Di sisi lain,  meskipun sepakbola digemari berbagai kalangan masyarakat,  HD menuturkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi dan dikaji ulang. Menurutnya hingga kini masih ditemui kekuatiran para orangtua terhadap jaminan masa depan anak mereka saat menekuni dan terjun dalam sepakbola.

“Saya minta sebaran Sekolah SepakBola (SSB)  merata dan  proporsional.  Tingkatkan peran serta semua pihak, tak hanya melibatkan swasta. Pemerintah harus jadi penyeimbang”, tandasnya.

Ketua FOPSSI Hanief Djohan mengungkapkan sebagai mitra PSSI,  FOPSSI telah melakukan pembinaan sepakbola di desa – desa.  Juga pembinaan pelatih-pelatih dengan sertifikasi. “Sudah 90 orang pelatih yang diberi lisensi, selain itu pembinaan juga kami lakukan pada pemain rentang usia 11 hingga 16 tahun”, jelasnya.

Sedangkan Kapten kesebelasan Pasha Andrio, dibincangi usai bertemu Gubernur Herman Deru mengaku bangga dan senang. Pasha bertekad timnya berhasil menorehkan prestasi bagi Sumsel. “Saya senang tim kami masuk putaran final. Semoga bisa juara”, kata remaja lelaki 11 tahun asal kabupaten Oku Timur itu sumringah. (*)

laporan : winarni

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed