oleh

Pintu Masuk Perumahan Gunakan Peralatan Khusus

Tak Sembarangan Orang Masuk

 

PANGKALAN BALAI, SuaraSumselNews | KANTOR Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan menjadi kantor dinas yang sulit untuk dimasuki. “Tidak sembarangan orang dapat memasuki kantor dinas ini”. Karena pintu masuk disesian khusus menggunakan alat yang hanya dapat diakses oleh pegawai dikantor itu saja.

Jika ingin memasuki kantor tersebut, seseorang harus menempelkan jarinya ke alat yang ada didepan pintu kantor. Alat tersebut bernama finger print. Sulitnya memasuki kantor dinas perkim ini sangat di sesalkan oleh awak media.

Menurut Denis seorang jurnalis, dirinya kesulitan untuk dapat memasuki kantor perkim karena pintu kantor tidak dapat dibuka oleh sembarangan orang. Padahal niatnya mengunjungi kantor dinas Perkim bertujuan, untuk konfirmasi  terkait pemberitaan ke pejabat yang berwenang di dinas tersebut.

“Saya tidak mengerti kenapa kantor dinas ini sulit dikunjungi dan tertutup sekali. Bagaimana jika ada masyarakat yang hendak melapor, ” dimana tempat pelayanan kantor dinas ini kalau kantornya tertutup untuk umum,”ujarnya.

Sambung Denis mengatakan seharusnya dinas Perkim tidak mempersulit akses masuk ke kantor itu, karena kantor tersebut seharusnya dibuka untuk umum. “Kecuali ruang kepala dinas, atau kantor ruang kepala bagian, tentu tidak masalah tertutup untuk umum. Tapi inikan kantor dinas, yang tentunya terdapat pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu kepala bidang kawasan permukiman, penataan kawasan kumuh jhon Hendri ST MSI di Perumahanrakyat, kawasan Permukiman menuturkan ” kami hanya menjalankan tugas sesuai instruksi dari kepala dinas” sengaja mendesain pintu masuk kantor supaya tidak sembarangan orang bisa memasuki kantor.

Menurutnya,  saat kantor dimasuki oleh semua orang, pegawai merasa tidak nyaman bekerja dan risih atas kehadrian sejumlah orang yang tidak berkepentingan. Ia mengaku saat kantor terbuka untuk umum sering ditemui wartawan dan LSM, yang dianggap menganggu. “Banyak oknum wartawan dan LSM yang datang ke kantor, mereka nyelonong aja,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya sejumlah pedagang juga acap kali hilir mudik menjajakan dagangan mereka ke kantor, hal itu membuat pihaknya risih dan menganggu kerja pegawai, Imbunya.(*)

laporan : temi jen husni

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed