oleh

Restorasi Gambut Tekan Titik Api

Cegah Karhutlah, Perkuat Revitalisasi Ekonomi Lahan Gambut

 

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | BUPATI Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE menyarankan agar Badan Restorasi Gambut (BRG) terus memperkuat program revitalisasi ekonomi masyarakat yang tinggal di area lahan bekas terbakar.

Bupati, Iskandar menegsskan, revitalisasi ekonomi di lahan gambut yang terdegradasi ini sangat berguna bagi masyarakat. Disamping bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat, juga untuk mencegah kebakaran hutan, kebun dan lahan.

“Kita semua sepakat untuk mendahulukan pencegahan. Namun penting agar program yang kita buat match dengan kebutuhan masyarakat akan kehidupannya agar mereka tidak membakar,” pinta kandar lagi.

Menurut dia, jika lahan terdegradasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat maka tidak akan terlantar.
“Karenan adanya rasa kepemilikan masyarakat terhadap area tersebut untuk menjaganya, ” ungkap Iskandar.

Dia mencontohkan pemanfaatan area bekas terbakar di Sepucuk Kayuagung dengan wanatani atau agroforestri.
“Terimakasih kepada BRG kami sudah punya contoh lokasi yang berhasil namun masih sedikit sekali dibanding lahan yang terbakar,” urai Iskandar.

Juga meminta kolaborasi berbabagai pihak dalam penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan.
“Kita semua sudah kerja keras namun ini bukan kerja sektoral, upaya kolaboratif terus dikuatkan tidak termasuk dengan BRG ” ujarnya lagi.

Sementara, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat, Nazir Foead mengaku saat ini Indonesia khususnya di daerah Lahan Gambut mengalami fase yang paling kering.
“Untuk itu ke depan pembasahan lahan gambut harus terus dimaksimalkan dan dilakukan,” ungkapnya

Fokus restorasi, tambah Foed yakni untuk melakukan pembasahan gambut, penanaman kembali dan revitalisasi ekonomi masyarakat di lahan gambut (rewetting, replanting, revitalization livelihoods).

Kendati demikian, ia mengatakan masyarakat perlu menjaga gambut dengan baik, dan membuktikan bahwa program-program restorasi gambut yang sudah dilakukan mampu menekan titik api. (*)

laporan : deni

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed