oleh

Sumsel Hujan Minggu Pertama November

Jumlah Hot Spot Meningkat

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | HASIL dari lokakarya Optimalisasi Pencegahan dan Penaggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kabut Asap tahun 2019. Dan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Badan Meteorologi Klimatotogi dan Geofisika (BMKG).

Juga Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Restorasi Gambut ( BRG), Kementrian PUPR, Kemenko Bidang Perekonomian, Triputra Group, Pejabat daerah, Gubernur, Kabupaten/Kota terdampak Karhutla dan kabut asap.

Dan disertai para pejabat militer setingkat Pangdam dan Danrem pada Selasa (8/10), salah satunya adalah meningkatkan perencanaan pencegahan Karhutla. Akan tetapi apabila Karhutla terjadi akan sangat sulit untuk penanganannya.Maka penting sekali kolaborasi antar stekholder yang terkait.

Salah satu cara penanganan yaitu dengan mengadakan hujan buatan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (Tmc), dalam hal ini BMKG.DR Indra Gustari dalam paparannya pada saat Lokakarya tersebut mengatakan , bahwa untuk Sumatera Selatan musim hujan dimulai pada Minggu I Bulan November.

Waktu yang masih lama ini membuat Danrem 044/Gapo memerintaahkan kepada Dansub-Dansub Satgas agar bertindak lebih maksimal lagi dan jangan sampai lengah terhadap hot spot yang timbul. Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu setelah turun hujan.

Memang jumlah hot spot turun secara drastis,akan tetapi sehari setelah tidak hujan,jumlah hot spot langsung meningkat drastic secara signifikan,ujar Danrem.

Menanggapi perihal seperti ini, berdasarkan prediksi dari BMKG,akan mulainya musim hujan di Sumsel yang akan jatuh diawal minggu pertama bulan November. Makanya Satgas Karhutla Sumsel agar lebih waspada lagi. Dan saya juga menegaskan lagi upaya upaya yang sudah dilaksanakan seperti satgas doa agar tetap diberdayakan.

Ya ajak pemerintah daerah dan semua elemen untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Sumsel. Sambil kita berdoa kepada Allah SWT semoga hujan turun di wilayah Sumsel, terutama di daerah yang masih ada titik api mulai dari sekarang sampai dengan masuk musim hujan pada minggu I bulan November,tandasnya.(“)

laporan ; winarni

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed