oleh

Dapat Program Bedah Rumah, Lurah Sei Selincah Langsung Beraksi

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah yang menjadi program pemerintah dan ini menjadi ranah tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Lurah Sei Selincah, Rusdi SH saat mengecek pembangunan rumah warga RT.30

Dari data analisis Badan Layanan Umum (BLU) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Kementerian PUPR, angka backlog perumahan telah turun menjadi 11,4 juta setelah pada 2010 berada pada level 13,5 juta rumah.

Untuk Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah ini menecakup pembangunan perumahan swadaya, yakni dengan sasaran masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dengan di luncurkannya progam ini tentunya sangat membantu masyarakat bawah, Pemerintah pusat terus berupaya mengurangi jumlah rumah yang tidak layak huni, salah satunya dengan meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan bedah rumah.

Pemerintah kemudian membagi pemenuhan rumah swadaya ini menjadi dua kategori, yakni pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas rumah tak layak huni (RTLH).

Begitupun yang dilakukan Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, dalam mensukseskan program BSPS melaksanakan bedah rumah warga.

Salah satu rumah warga sebelum dilakukan pembangunan.

Plt. Lurah Sei Selincah, Rusdi, SH mengatakan, program BSPS ini sangat bagus dan bisa membantu warga yang rumahnya tidak layak huni, dengan adanya tawaran bedah rumah ini langsung di responnya.

“Bantuan PUPR melalui bedah rumah dengan program BSPS sangat terasa bagi warga yang tidak mampu,”  jelasnya Rabu (11/9/2019) saat mengecek rehab rumah warga di RT 30.

Menurutnya rehab rumah di wilayah Kelurahan Sei Selincah yakni di Rt 30, 25, 47, 35, 45, 23,11, 29, 16, 32, dan untuk satu rt ada dua sampai tiga rumah yang dibedah.

“Untuk RT 30 ada 3 rumah yang di bedah dan saat ini dalam tahap finishing saja, jadi saat ini pembangunanya sudah mencapai 80%,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan untuk 30 rumah yang di bedah dibantu dengan bahan bangunan dan sekaligus upah tukang.

“Nilai uang bantuan rehab Rp.15 juta dan upah tukang Rp.2,5 juta diluar bahan-bahan, dan untuk pembangunannya secara gotong royong,” bebernya.

Lurah yang energik ini mengucap syukur atas adanya bantuan bedah rumah bagi warganya yang rumahnya tidak layak huni, selain itu dirinya mengucap terima kasih atas bantuan beah rumah bagi warganya.

“Dengan adanya program ini warga terbantu, dan kedepan di harapkan bantuan seperti ini terus berjalan dan bisa ditambah, Insya Allah kedepannya di kelurahan Sungai Selincah ini tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni,” tuturnya.

Sementara itu Bahrudin, warga RT 30 merasa bersyukur atas adanya bantuan ini. Sembari dengan mata berkaca-kaca Bahrudin bercerita, dirinya merasa terharu dengan adanya bantuan bedah rumah. Rumah miliknya yang selama ini untuk masuk ke dalam rumah saja atap sengnya sampai menyentuh kepala. Belum lagi kalau hari panas untuk duduk di dalam rumah saja dirinya merasa gerah dan bila hujan membuat rumah terasa dingin, karena atapnya sangat rendah.

Setelah adanya bantuan bedah rumah ini, Bahrudin merasa sangat terbantu dan merasa berbesar hati dengan adanya bantuan ini.

“Dengan adanya bantuan rumah ini sangat terbantu, kalau bangun dewek rumah ini setengah mati, pokoknyo setelah dapat bantuan ini besak hati sangking senengnyo itu dak pacak ngomong lagi (logat Palembang/red),” ujarnya. (@s)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed