oleh

Siswa SMAN 17 ke Italia

Ikut Pertukaran Pelajar Internasional

PALEMBANG, SuaraSumselNews | GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) menerima Kepala Sekolah SMA Plus 17, sehubungan dengan rencana keberangkatan peserta didik sekolah ini mengikuti program pertukaran pelajar tingkat international, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel Selasa (3/9).

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengaku bangga dan mendapat kehormatan atas  hadirnya siswa dan siswi yang dikirim ke luar negeri. Makasudnya untuk menimba ilmu serta  menerima siswa dan sisiswi dari luar untuk melakukan program student exchange.

“Saya mengucapkan selamat  yang sudah pulang mudah-mudahan apa yang didapat bermanfaat untuk bekal di masa depan,” harapnya.

Menurut dia, student exchange ini nantinya akan menularkan apa yang di dapat. Ia juga menghimbau agar pelajar wajib berbaur antar suku agama dan negara, tapi tidak melebur adat istiadat daerah asal.

“Kita yang disini  justru harus beradaptasi juga dengan mereka. Dari aspek makanan, budaya keseharian yang paling penting membawa cerita tentang Provinsi Sumsel ke negaranya. Kalau citra kita baik, maka cerita baik sampai kesana, sebaliknya pun begitu. Selamat jalan untuk yang mau berangkat, galilah ilmu pengetahuan sedalam-dalamya agar bisa dibawa kembali ke Provinsi Sumsel dan berguna untuk masa yang akan datang,” kilahnya.

Sementara salah satu siswi SMA 17 yang mewakili Provinsi Sumsel ke Italia, Delia menuturkan, sebelumnya ia mengikuti lomba nya karya tulis ilmiah lomba penelitian belia tahun 2018.

“Awalnya mengirim berkas tingkat provinsi,  ternyata emang dari runner up 1-3 emang ga dapet nah tiba-tiba di email lagi oleh lembaganya, masuk kategori yang baik di regional jadi dari regional itu mereka lihatin lagi penelitian aku ini jadi masuk ke international,” ungkapnya

Delia menuturkan, sesuai dengan topiknya yang unik mengangkat tentang kegunaan aloe vera dan cocor bebek, Ia mendapat kesempatan untuk ke Abu Dhabi.

“Kalau aloe vera itu setiap orang sudah banyak yang tahu kalau aloevera itu bisa di gunakan untuk mengobati luka. Tapi kalau untuk cocor bebek pemahamannya di Indonesia masih kurang. Nah cocor bebek juga banyak populasinya di Provinsi Sumsel jadi awalnya cuma ingin memanfaatkan yang ada di Sumsel,” tambahnya

“Nantinya setiap satu orang dari satu negara bakal punya stand sendiri. Selain punya kesempatan untuk penelitian juga bisa mengenalkan budaya Indonesia bisa,  berangkatnya dari Jakarta  22-28  September,” pungkasnya. (*)

laporan : winarni

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed