oleh

Lapas Narkotika Lakukan Inovasi

Hudi Ismono : Ada Pungli Tolong Laporkan 

 

PANGKALAN BALAI, SuaraSumselNews | LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Banyuasin, terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan. Baik kepada warga binaan maupun para keluarga yang akan berkunjung.
Kepada media ini, Kalapas Narkotika Banyuasin, Hudi Ismono, Rabu kemarin (12/6) mengatakan, tindakan ini dilakukan sebagai kewajiban semua petugas disini dalam memberikan layanan pada semua warga binaan maupun keluarga yang ingin berkunjung (besuk-red).

Penegasan ini dia katakan, karena banyak dugaan adanya tindakan sejumlah petugas Lapas kurang bersahaja untuk memberikan layanan, termasuk melakukan pungutan liar (pungli) saat keluarga warga binaan berkunjung oleh oknum petugas Lapas.

‘’Saya tegaskan, apa lagi saat kunjungan Idul Fitri 1440 H, dari hari pertama dan selanjutnya bahwa bagi keluarga warga binaan, diisukan harus setor sejumlah uang kepada oknum petugas. Bahwa isu tersebut tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,’’ tegas Hudi Ismono.
Dan saat kunjungan selama Idul Fitri 1440 ini, semua petugas kita tugaskan secara maksimal. ‘’Justru sekecil apapun informasi yang disampaikan, terus kita pantau dan petugas melakukan tindakan. Khusus, bila ada kejanggalan dalam kunjungan dari keluarga,’’ tuturnya.

Bahkan ada sinyalemen yang mengatakan, petugas telah melakukan pungutan pada sejumlah keluarga yang berkunjung dengan diminta uang Rp 100 ribu per keluarga. ‘’Demi Allah, hal itu adalah fitnah. Dan kasihan anggota petugas kita yang bersusah payah melayani mereka, toh dituduh minta uang,’’ tegasnya.

Dikatakan, setiap kunjungan pastinya ada nomor antri pelayanan khusus dari petugas. Utamanya saat kunjungan lebaran, semuanya kita priotaskan.Termasuk anak dan orang tua. ‘’Jadi tak mungkin petugas melakukan pungutan liar (pungli-red), seperti yang diisukan oleh sekelompok masyarakat. Jika benar ada petugas melakukan tindakan tak terpuji tersebut, tolong segera laporkan pada kami,’’ sergahnya.

Bada oknum yang mau besuk (kunjungan-red) tak mau antri. Dan memaksa petugas untuk bertemu dengan pimpinan Lapas atau petugas kala itu. ‘’Mungkin karena permintaannya tak kesampaian itu, makanya diisukan petugas melakukan pungli dan meminta sejumlah uang,’’ papar Hudi Ismono dengan nada perihatin itu.

Yang lebih fatastisnya lagi, saat kunjungan Kamis siang itu (6/6), ada seorang ibu sebagai pengunjung melahirkan di ruang tunggu Lapas. Terkait hal itu, petugas langsung memberikan pertolongan. Sekalian mengantarkannya dengan mobil Kepala Lapas ke Puskesmas, terang Hudi Ismono. (red)

Print Friendly, PDF & Email
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed