oleh

Optimalkan Peran Rumah Sakit

Program JKN- KIS Banyak Tsntangan

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews  | PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memiliki berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Diantaranya adanya potensi fraud (kecurangan).

Makanya untuk mencegah hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 36 tahun 2015 tentang pencegahan kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan pada Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa fraud merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja oleh peserta, petugas BPJS Kesehatan, pemberi pelayanan kesehatan, serta penyedia obat dan alat kesehatan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari program Jaminan Kesehatan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional melalui perbuatan curang yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Untuk menghindari dan mencegah potensi fraud dalam pelayanan kesehatan dan untuk kemudahan peserta JKN-KIS dalam mendapatkan layanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan mengahadirkan inovasi baru dalam pelayanan kesehatan menggunakan finger print (fitur sidik jari) pada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Pertama (FKRTL).

Ditemui di Ruang Kerja Direktur RS Hermina OPI Jakabaring “Reny Puspita” mengemukan bahwa RS.Hermina OPI Jakabaring merupakan rumah sakit anggota Hermina Hospital Group ke-30 sudah bisa melayani peserta BPJS kesehatan per tanggal 9 Mei 2019, sehingga sebagai RS ke-3 dan RS Swasta pertama di Kabupaten Banyuasin, RS Hermina OPI Jakabaring merasa bangga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia kesehatan di Kabupaten Banyuasin melalui program JKN KIS, dan Sumatera Selatan pada umumnya.

RS. Hermina Opi Jakabaring dengan status Rumah Sakit Umum Kelas C yang menyediakan Layanan Poliklinik Spesialis dan Klinik Tumbuh Kembang, Gawat Darurat, Kamar Operasi, Kamar Bersalin, Rawat Inap, ICU-PICU-NICU, dan Layanan Penunjang seperti Laboratorium, Radiologi, Farmasi.

“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin khususnya Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan Cabang Palembang atas dukungan yang telah diberikan, ujar Reny.

Dengan bertambahnya RS Hermina OPl Jakabaring sebagai RS provider BPJS Kesehatan diharapkan masyarakat Banyuasin dan Sumatera Selatan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, terlebih lagi dengan pemberlakuan sistem rujukan online dan sistem identifikasi pasien dengan finger print yang sudah dijalankan di semua jenis layanan di RS seperti RJTL dan RITL, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi para peserta JKN-KIS, tambah Reny.

Lebih lanjut Reny mengatakan bahwa secara teknis, sistem finger print bagi pasien ini dapat memastikan peserta yang berobat adalah yang berhak mendapatkan layanan sesuai dengan kepemilikan kartu peserta sehingga dapat meminimalkan kejadian kecurangan yang mungkin dapat dilalukan oleh peserta dan dengan terkoneksinya finger print otomatis dengan SEP ini dpt mengurangi antrian peserta dengan respon time pencetakan SEP cepat.

Kami juga akan mengoptimalkan fungsi dan utilisasi rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan dan terbukanya akses pelayanan kesehatan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat yang memberikan dampak meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, tutup Reny. (*)

laporan winarni

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed