oleh

Libatkan Masyarakat Menjadi Kader JKN

Kerjasama JKN- KIS Bersama BPJS Kesehatan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Jamkesnews-BPJS Kesehatan Cabang Palembang terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kolektabilitas iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias peserta mandiri.

Salah satunya dengan melibatkan masyarakat untuk menjadi Kader JKN. Demi memastikan tugas Kader JKN terlaksana dengan optimal, BPJS Kesehatan Cabang Palembang menggelar evaluasi kinerja Kader JKN, Senin (18/03).

“Evaluasi ini dilakukan secara rutin bagi seluruh Kader JKN yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Palembang. Peran aktif dan semangat semua kader dalam menjalankan tugasnya sangatlah besar. Kader JKN diharapkan mampu mengoptimalkan upaya pengumpulan iuran dari peserta JKN-KIS yang menunggak, serta mengedukasi mereka mengenai pentingnya membayar iuran tepat waktu untuk mendukung keberlangsungan Program JKN-KIS,” terang Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Palembang Eka Natalia.

Eka menambahkan, selain bekerja sama dengan Kader JKN, BPJS Kesehatan juga terus koordinasi dengan beberapa lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan kepatuhan publik terkait pemenuhan kewajiban membayar iuran, baik dari segmen badan usaha atau peserta perorangan.

“Harapan kami tentu kesadaran segenap pihak mengenai kontribusi mereka dalam mengawal Program JKN-KIS, bisa meningkat dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Maria, salah satu Kader JKN yang ikut dalam evaluasi ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Ia mengaku lebih semangat dalam menjalankan tugasnya, terlebih ada banyak rekan-rekan Kader JKN yang menjalani perjuangan yang sama. Menurutnya, melakukan edukasi kepada masyarakat adalah tantangan tersendiri.

Saya pribadi merasa sangat bangga menjadi bagian dari BPJS Kesehatan untuk turut membantu masyarakat menjadi peserta JKN-KIS serta mempermudah pembayaran iuran mereka.

“Banyak kisah yang kami alami, mulai dari pengalaman menagih iuran sampai dengan masalah peserta menunggak yang enggan membayar. Namun selalu ada kepuasan tersendiri saat kita dapat mengajak masyarakat untuk membayar iuran yang tertunggak,” ujar Maria. (*)

laporan : winarni

Print Friendly, PDF & Email
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed