oleh

SMAN 17 Palembang Didik Siswa Berbasis Akhlak

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Dalam rangka membina dan memberikan bimbingan agama bagi siswa siswi SMA Plus Negeri 17 Palembang menggelar tausiyah di lingkungan sekolah, tausiyah dengan tema Membangun Generasi Emas diharapkan dapat membentuk karakter anak dari sisi agama bukan hanya mengandalkan kepintaran saja, namun akhlak lebih penting, hal ini disampaikan Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan, KH Amiruddin Nahrawi disela-sela acara di Masjid Baabul Ilmi, Jumat (11/1/2019) pagi.

“Alhamdulillah selaku staf khusus gubernur diminta satu bulan sekali untuk memberikan pencerahan agama, artinya paling tidak akhlaqnya anak-anak ini, jangan cuma pinter tapi akhlaknya yang baik,  dan mengamalkan ilmunya yang benar,” ucapnya.

Menurutnya, akhlak itu dalam Islam ada 3 faktor, yakni tauhid yakni keesaan kepada Allah yang kedua fiqih, dan ketiga ahlak.

Di abad globalisasi dan informasi sekarang ini seperti yang di katakan Profesor John Naisbitt, globalisasi yang dapat diartikan sebagai proses saling berhubungan yang mendunia antar individu, bangsa, negara dan berbagai organisasi kemasyarakatan, didukung oleh alat komunikasi yang berteknologi tinggi dan semakin kuatnya pengaruh politik, ekonomi, dan nilai-nilai sosial-budaya.  Globalisasi dalam berbagai bentuknya telah mengubah  kehidupan masyarakat di seluruh dunia.  Era globalisasi menimbulkan tantangan besar yang harus dihadapi setiap masyarakat baik dalam masa kini maupun dalam masa datang

“Ketika kita memasuki abad globalisasi maka akan banyak fitnah dan lainnya, apalagi saat ini pileg, pilpres ini musimnya sekarang, menjelekkan seseorang dan macam-macam pemberitaan hoax,” jelasnya.

Amiruddin menambahkan, dalam Al-Quran, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. “Tidak masuk syurga orang yang ahli fitnah, maknanya dalam pilpres dan pileg ini di butuhkan untuk menjaga NKRI harga mati dan tentunya kita supaya menjaga stabilitas negara, terutama Sumatera Selatan ini betul-betul zero konflik,” ungkap Cak Amir sapaan akrabnya.

Ia menuturkan, untuk SMA Plus Negeri 17 Palembang ini dirinya dua kali dalam satu bulan mengisi tausiyah, diharapkan SMA ini benar-benar peduli terhadap agama Islam, namun bukan hanya agama Islam saja tapi juga agama-agama yang lain, selain itu dirinya mengatakan akan melaporkan kepada Gubernur Sumsel, H Herman Deru tentang kegiatan ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Plus Negeri 17 Palembang, DR. Parmin, S .Pd, MM mengatakan, anak-anak jaman sekarang, pengaruh terhadap lingkungan, pengaruh kemajuan zaman sangat besar, sebab itu diadakannya kegiatan ini minimal dua minggu sekali atau satu bulan sekali.

“Apalagi anak-anak usia SMA ini masih labil, egois, kurang rasional, kita memberi wawasan kompetensi supaya walaupun mereka cerdas, mereka anak orang kaya, anak pejabat tapi tetap santun dan tidak sombong,” harapnya.

Selain itu untuk jangka panjang Parmin berharap mereka menjadi generasi emas salah satu pemimpin bangsa, supaya Indonesia kuat. “Saya kira isinya dari anak-anak muda yang berahlak yang baik,” jelasnya.

Parmin menambahkan, hari ini yang mengikuti tausiah untuk kelas X, paling lambat bulan depan kelas XI dan kelas XII tergantung kebutuhan. “Anak kelas XII inikan 8 Maret sudah USBN, jadi harus diberikan keyakinan, banyak iman yang kuat, punya keyakinan akan kemampuannya akan anugerah Allah, sebab kalau anak mengerjakan soal dengan grogi maka akan hilang semua ilmunya, jadi mendekati Ujian Sekolah Berbasis Nasional kita berikan motivasi,” tegasnya. (as)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed