oleh

Sejak 15 Tahun, Jalan Belum Ada Perbaikan

Keluhan Warga Reses DPRD di Kemang Agung


PALEMBANG, SuaraSumselNews
| RESES tahun 2018 anggota DPRD Dapil IV Kota Palembang (saat ini menjadi Dapil VI) di Kelurahan Kemang Agung (Kamis 20/12) dan di Kelurahan Kertapati Kecamatan Kertapati (Senin 24/12).

Reses anggota DPRD Dapil VI ini dengan tema ’SERAP ASPIRASI’ dan sempat dihadiri Sekretaris Camat, Lurah, Babinsa, Ketua Karang Taruna, Panwaslu, Ketua RT/RW dan sejumlah tokoh masyarakat dari  dua kelurahan tersebut.

Bahwa acara reses yang  tak dihadiri semua anggota DPRD tersebut berjalan cukup lancar dan banjir usulan dari para tokoh masyarakat. Antusias dan harapan dari masyarakat akan kinerja nyata dari wakil rakyat tersebut tampaknya sebagai kegiatan resmi saja.

Tinggal hitungan bulan masa jabatan mereka sebagai anggota DPRD Kota Palembang. Utamanya bagi 8 orang anggota DPRD Kota  dari Dapil IV (Fauzi Ahmad, Zainal Abidin, Fahrie Adianto, Siti Suhaepah, Ali Subri, Firmansyah Hasan,  Syukri Zen dan Desmana Akbar).

Buktinya saat reses di Kelurahan Kemang Agung, tokoh masyarakat Pak Junaidi Arpan menyampaikan keluhan dari warga. Khusus masalah permintaan Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPH) yang berkaitan dengan PT KAI  yang ada di Kecamatan Kertapati tidak bisa di tandatangani oleh Lurah dan Camat.

Mengapa hal itu diungkapkan jelas Pak Junaidi, karena sebelumnya diketahui hanya segelintir orang saja yang mau ditanda tangani SPH nya  oleh Lurah dan Camat disini, urainya dengan nada meninggi.

Mendengar pertanyaan tersebut, Fauzi Ahmad anggota DPRD ini langsung menjawab. “Kami sering rapat dan berdebat dengan PTKAI terkait masalah tersebut. Dan kami selalu berjuang untuk hal tersebut,’’ ungkap dia.

‘’Semua orang bisa ajukan pembuatan SPH. Apalagi pada saat dirikan bangunan, dimana pihak PTKAI tak melarang. Jadi masalahnya dimana? Sedangkan batas tanah yang diklaim PTKAI adalah 75 meter dari rel kereta api (KA),’’ papar Fauzi.

Mendengar keluhan yang disampaikan tersebut, Ade Firmansah Lurah Kemang Agung menimpali dan sempat kaget. Dan dia menjelaskan bahwa Lurah dan Camat siap tandatangan SPH, bila ada instruksi dari Wali Kota Palembang,’’ ujar Ade dengan serius.

Lain di Kelurahan Kemang Agung, kemudian reses anggota DPRD di Kelurahan Kertapati. Bahwa Pak Hasan Basri sebagai Ketua RT 27 ini mengaku, sudah mencapai 15 tahun ini wilayah RT 19, 27, 28 dan 29 hingga saat ni sepertinya belum tersentuh perbaikan jalan.  ‘’Kami merasa prihatin dan mohon perhatian dari anggota dewan,’’ kilahnya.

Mendengar keluhan yang disampaikan tersebut, langsung ditanggapi anggota DPRD Ali Subri. Dan bahkan dia balik tanya? Apakah sudah diusulkan dan laporkan dengan Lurahnya. ‘’Bila sudah dan Lurah tak respon, laporkan pada kami,’’tanggap Ali dengan hati-hati.

Dipenghujung acara reses, anggota DPRD Zainal Abidin mengakui usulan masyarakat yang belum terealisasi, kami merasa kurang nyaman dan bahkan tak bisa tidur, paparnya dan ditimpali Fauzi Ahmad dengan ucapan pilihlah kami pada Pemilu 2019 nanti.

Terkait pernyataan sejumlah anggota dewan tersebut, Robin Ketua Karang Taruna Kecamatan Kertapati ini mengakui bahwa reses ini terkesan hanya sebagai formalitas dan habiskan anggaran saja. Dan tidak memikirkan nasib rakyat. ‘’Buktinya hampir habis masa jabatan, belum ada realisasi perjuangkan SPH ke masyarakat ,“ tegasnya  dengan nada kesal. (*)

laporan : asnaini khamsin

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed