by

Gelapkan Dana Nasabah

Dibenarkan Pimpinan Prudential OKU Raya

 

BATURAJA, SuaraSumselNews | ASURANSI PT Prundential merupakan salah satu asuransi kesehatan & investasi tabungan yang cukup ternama. Dan nasabahnya banyak di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Bahkan pusat perkantorannya di Kota Baturaja itu, berada di jantung kota. Tepatnya Jalan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang cukup repsentatif dan nyaman bagi nasabah untuk berurusan dengan perusahaan asuransi tersebut.

Namun belakang sejumlah nasabah Asuransi Prundential di Bumi Sebimbing Sekundang ini menjadi kurang nyaman. Penyebabnya para nasabah resah sebagai dampak diduga dana angsuran mereka tak disetorkan oleh oknum agent asuransi tersebut ke kantor pusat.

Kuat dugaan dana tersebut digelapkan oleh oknum agent asuransi yang bernama EF sebagai agent pengganti dari suami Ny Waliono (alm). Diantara dana yang digelapkan tersebut dengan korban AP (35) dan EF sebagai peserta dengan pemegang polis sejak tahun 2014 hingga tahun 2018.

Sumber SuaraSumselNews menjelaskan bahwa para korban  selalu membayar angsuran setiap bulannya Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah – red) kepada agent Prudential tersebut. Sedangkan perkembangn saldo dan premi yang dijanjikan PT Prudential melaui SMS atau surat resmi, sepertinya  tak kunjung mereka terima.

‘’Bahkan saat penanda tanganan kontrak polis sebagai peserta, tanda tangan dipalsukan oleh oknum asuransi ini,’’ungkap para korban kepada media ini, Rabu (26/12) kemarin.

Terkait kejadian tersebut, tim media ini konfirmasi dengan pimpinan PT Prudential OKU Raya, CH Endang Trisnawati diruang kerjanya. ‘’Soal kasus penggelapan dana nasabah oleh oknum dimaksud,  memang benar adanya. Bahkan  hampir 4 nasabah dan itu pun dilakukan oknum yang ada ikatan kontrak kerja dengan manajemen PT Prudential,’’ terang Endang.

Namun dia tidak merinci siapa-siapa empat nasabah yang menjadi korban tersebut.‘’Siapa mereka tak bisa dijelaskan,’’elaknya, seraya menyebutkan nasabah alami kerugian capai Rp 18 juta per orangnya. Bahkan ada salah seorang alami kerugian mencapai ratusan juta. (*)

laporan : budi utama

Print Friendly, PDF & Email

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed