oleh

Intake Dam Sumber Tenaga PLTA Musi

BENGKULU, SuaraSumselNews | PLTA Musi bendungan tipe run of river yakni gedung pembangkit (power house) merupakan pembangkit 400 meter di bawah tanah. Sumber listrik PLTA Musi dengan memanfaatkan aliran Sungai Musi di sebelah hulu dan pembuangan akhir ke aliran Sungai Simpang Aur di sebelah hilir.

Petugas operasi harian monitoring level air Intake Dam PLTA Musi, Supri dan Sandi.

Sungai Musi di hulu dimanfaatkan untuk memutar turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi di Ujan Mas Atas, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu dimanfaatkan untuk memutar turbin. PLTA Musi diresmikan tahun 2006 dengan kapasitas 3 x 70 megawatt atau 210 MW, untuk menyuplai pasokan energi listrik ke dalam sistem kelistrikan Sumatera, hal ini diungkapkan General Manager UPDK Bengkulu Yuliandra saat menerima kunjungan media gathering ‘Build a Great Synergy between PLN and Media’,  Selasa (18/12).

“Dengan daya sebesar itu,  PLTA Musi dapat mensuplai kebutuhan listrik di Bengkulu, Sumsel, dan  Lampung,” beber Yuliandra.

Dengan adanya PLTA Musi sendiri untuk wilayah Bengkulu untuk ketersediaan listrik sangat aman, hal ini bertujuan meningkatkan perekonomian, karena  setiap kegiatan masyarakat membutuhkan listrik.

“PLTA Musi ini adalah obyek vital sistem kelistrikan. Karena  ini sudah terkoneksi di Sumatera,” ucapnya.

Intake Dam

Intake Dam PLTA Musi yang terletak di Kabupaten Kepahiang merupakan bangunan penyadap yang digunakan mengambil air dari Sungai Musi bagian hulu, selanjutnya air akan dialirkan kedalam Infet Facility untuk selanjutnya digunakan sebagai pemutar turbin melalui penstock.

Panel Kendali Jarak Jauh

Untuk PLTA Musi sendiri dalam operasinya petugas harus selalu memantau debit air di atas permukaan lautdengan standar posisi air 57910 maxsimum di 57920, dalam pengawasan debit air dua orang petugas selalu mengawasi melalui panel kendali jarak jauh.

Petugas operasi harian monitoring level air Intake Dam PLTA Musi, Supri dan Sandi mengatakan, untuk standar posisi air selalu di awasi.

“Memantau debit air di atas permukaan laut, standar posisi air 57910 maxsimum di 57920, selain itu dalam tugas operasi harian, petugas dibagi menjadi tiga ship, mulai dari pukul 08.00 wib pagi hingga pukul 16.00 wib dan seterusnta,” jelas Supri singkat saat kunjungan peserta Media Ghatering di Intake Dam Desa Ujan Mas Atas, Bengkulu, Selasa (18/12). (as)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed