by

Mecari Solusi Persoalan Banjir di Palembang

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Gerakan Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam menggelar diskusi guna mencari penyebab serta solusi bersama terhadap persoalan banjir di salah satu Rumah Makan di Jalan Angkatan 45, Jumat (14/12). Moderator acara Dedek Chaniago, mengatakan, ada perspektif jika masyarakat telah memiliki Walikota dan pejabat lainnya. Namun menurutnya tugas banjir ini tugas bersama.

”Tidak salah masyarakat juga untuk merangkumkan solusi dan akan diberikan kepada pemerintah dalam bentuk tertentu. Diskusi hari ini mencoba untuk menyampaikan pandangan dan solusi tanpa ada narasumber,” ujarnya.

“Kita memang dijuluki dengan venesia dari timur, mari kita menuju kesitu. Bagaimana caranya memanfaatkan sungai kita,” tambah Dedek.

Sementara itu, Perwakilan dari Aliansi Pemerhati Lingkungan Hidup (Ampibi) Ruben menjelaskan, Palembang tidak bisa lepas dari banjir sejak zaman Jepang bahkan tidak ada jalan keluar, itu dulu. Namun kini menurutnya ada, pertama harus cepat mengalirkan air yang kini terhambat serta tersumbat.

“Karena air bisa surut jika cepat dikeluarkan. Dimana menampung airnya ya itu harus di buat penampungan air tersebut. Kedua, kolam retensi yang telah urgen, malah sekarang ada pembuatan yang salah seperti di Kertapati 15 Ulu tidak dibutuhkan disitu pembangunan parit, entah mungkin proyek atau apa. Kenapa justru dilokasi yang kerap banjir tidak dilakukan pembangunan kolam retensi,” bebernya.

Ditempat sama, Caleg DPD RI asal Sumsel Charma menuturkan, jika mau tidak mau kini Palembang bergeser ke kota modern dan mau tidak mau mengalami banjir dan itu lumrah. Mestinya pondasi kebijakan kebijakan pemerintah dan lainnya mampu mengatasi hal hal seperti ini.

“Jika APBD Palembang di kelola dengan baik maka kemungkinan segala persoalan bisa diatasi termasuk banjir. Pak wali pernah menyampaikan segala macam mengantisipasi curah hujan yang tinggi. Tetapi semuanya menyampaikan permasalahan akibat ketika berbagai instansi terkait di panggil oleh walikota dan belum menemukan formula yang tepat mengatasinya,” ungkapnya.

Pendapat lain dari Caleg DPRD kota Palembang dari PDIP Arya Herlambang mengungkapkan, mengenai banjir ini ada pertanyaan tersendiri, apakah pemerintah tidak mempunyai dana penanggulangan banjir, ada biaya tapi tidak ada sumber daya manusia mengatasinya atau tingkat kesadarannya masyarakat seperti apa.

“Lalu persoalan curah hujan, air pasang itu terlalu besar dan banyak hingga tidak mampu menampungnya,” bebernya.

Caleg dari PDIP lainnya Rizky Pratama Saputra juga menyarankan jika kita juga harus menegur semua para kontraktor jika ingin membangun di kota Palembang ini tidak hanya menegur pemerintah saja. “Perubahan secara total mesti dilaksanakan sejak kini, memaksimalkan kinerja serta penegasan terhadap aturan yang telah ada,” tegasnya.

Sekedar diketahui kembali acara dihadiri beberapa tokoh masyarakat kota Palembang yakni Ustad Jamil, aktivis lingkungan Ruben dn Deedi, Caleg DPD RI asal Sumsel Charma serta Lius. Caleg DPRD Palembang asal PDIP Arya Herlambang dan Rizky Pratama Saputra, pengamat politik dan sosial Bagindo.

Laporan : Yulie

Print Friendly, PDF & Email

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed