by

Ditjen Migas ESDM-SKK Migas Jamin Pasokan Gas Pusri

Kunker Spesifik Komisi VII DPR RI di PT Pusri Palembang

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang diwakili Nazaruddin Kiemas dan anggota lain seperti Katherine A Oendoen, H Bambang Riyanto, SH, MH MSi dan beberapa anggota lainnya, bersama PT Pupuk Pusri Palembang, PT Pertagas, SKK Migas, BPH Migas dan Kementrian ESDM serta Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Prov. Sumsel, bertempat di Auditorium Diklat Pusri, Rabu (05/12).

Dalam pertemuan tersebut, Nazaruddin mengatakan, kunjungan ini sebagai bagian fungsi pengawasan DPR RI yang ingin manjaga pasokan gas dan pupuk di tanah air. Ia berharap untuk pasokan pupuk  dan gas tetap terjamin. Selain itu Nazaruddin juga ingin memastikan bagaimana proses pengerjaan pipa gas dari Grisik Muba sampai ke Pusri apakah sudah berjalan sesuai yang diharapkan.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, Komisi VII juga meminta penjelasan terkait alokasi dan harga gas yang diberlakukan saat ini. Hal ini untuk mengetahui terjaminnya pasokan gas untuk PT Pupuk Pusri Palembang, termasuk biaya produksi migas serta kendala dan dukungan yang diperlukan semua pihak.

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro.

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro usai acara mengatakan, dalam kunjungan Komis VII DPR RI dan dari Kementerian ESDM, Ditjen Migas sendiri mensuport PT Pusri Palembang untuk jaminan pasokan gas. “Jadi dalam kunjungan ini, Alhamdulliah mendapat jaminan alokasi yang baik,” tuturnya.

“Tadi dari SKK Migas mengatakan setelah tahun 2023 pun masih ada pasokan untuk Sumatera Selatan sesuai kebutuhan kita, nanti tahun 2019 sampai seterusnya, sekitar 220 dan tentunya nanti setelah itu kita ada pengembangan pabrik-pabrik lain dan untuk sekarang 220 mm,” jelasnya.

Ia menambahkan baik, dari SKK Migas maupun Dirjen Migas ESDM untuk jaminan pasokan untuk suplay ke Pusri sangat terjamin.

“Untuk harga memang sekarang kita untuk bisa memperkecil lebih kompetitif, memang harus lebih kerja keras lagi karena berdampak pada harga pupuk lebih tinggi, makanya kita perlu melakukan beberapa efisiensi, salah satunya disversifikasi untuk bahan baku, agar produk-produk pupuk kita kompetitif di pasaran,” ungkapnya.

Mulyono menambahkan pasokan dijamin Ditjen Migas maupun SKK Migas dan didukung dari Anggota Komisi VII DPR RI. “Jadi seperti Pusri III dan IV kan sudah lama dan boros, kita akan ganti dengan pabrik yang lebih evisien dan handal, dan kedepannya supaya bisa menjamin pasokan pupuk sampai nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, sekarang ini sedang melakukan study-study, kedepannya akan mendalami study  tersebut, salah satunya secara kompetitif harus dihitung. Kebutuhan pupuk nasional itu berapa dan itu harus bisa mencukupi, selanjutnya bisa dijual ketempat lain, terutama  pupuk Indonesia dan Pusri didirikan untuk menjamin pemasokan pupuk kebutuhan nasional baik itu PSO, untuk perkebunan dan industri seluruh Indonesia.

“Untuk produksi PT Pusri mempunyai kapasitas 2 juta 600. Saat ini rata-rata memproduksi 2 juta 200. Sudah mendekati target yang diharapkan, tapi pihak pusri ingin jaminan persediaan pupuk Nasional betul-betul terjamin. Jadi produksi akan lebih tinggi dari rencana,” bebernya. (as)

Print Friendly, PDF & Email

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed