oleh

TPJ Harus Deteksi Hoax

Survei Nasional  Jokowi Sangat Tinggi

PALEMBANG, SuaraSumselNews | DEKLARASI dan Diskusi Publik Tim Pembela Jokowi (TPJ) Sumsel digelar di Selebrity Cafe, Minggu kemarin (21/10). Dan Gubernur Sumsel Herman Deru, meminta Tim Pembela Jokowi (TPJ)  mendekteksi hoax yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo.

Deru menuturkan,  pada 2014 satu Bupati di Sumsel yang berani dukung Jokowi, Herman Deru. Bayangkan gubernur yang dulu ke pihak lain.  Saat itu,  lawan Jokowi didukung partai besar.  ‘’Saya dulu ditemani almarhum Romi Herton.  Di tengah perjalanan banyak yang datang.  Momen ini luar biasa,” katanya.

Gubernur Herman Deru mengatakan, dirinya kagum dan bangga karena banyak yang mendukung Jokowi. “Saya merasa tak sendiri, dengan hadirnya banyak relawan. Sudah banyak yang mendukung,  tapi sekarang banyak yang mendeklarasikan,” ujarnya.

Diungkannya, banyak yang akan bergabung menjadi Tim Pembela Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019. “Secara survei nasional, Jokowi sekitar 60 persen.  Kawan sebelah sekitar 30 persen. Dan yang belum menentukan pilihan swing voter.  Hasil ini sangat fluktuatif.

Kita pelajari dulu pasangan yang kita dukung.  Yang paling fenomenal,  Jokowi itu tidak sombong, rendah hati.  Kalau kita agak sombong,  macet.  Kita pendukung Jokowi tidak boleh sombong,” katanya.

Deru menuturkan,  incumben sudah berbuat dan  didukung tokoh luar biasa. “Inilah kejujuran survei,  untuk kita berbuat.  Kalau kita tidak berbuat,  kita menjadi lalai. Kita harus melakukan tindakan yang konkrit.

Ajak keluarga,  tetangga, dan komunitas.  Kita yakinkan kalau Jokowi pantas dipilih lagi. Karena Jokowi ini sederhana dan tak memikirkan diri sendiri,” bebernya.

Deru mengungkpkan,  dirinya berharap yang hadir ini sebagai magma, sehingga ada getaran sampai keseluruh Sumsel.  “Kita sadar yang jagokan menang secara nasional. Saya memang simpati dengan Jokowi.  Makin dekat,  makin dalam rasa kagum. Wongnyo apo adonya.  Dak katek takutnya,  salah kalau ado yang ngomong Jokowi penakut. Dak salah milih Jokowi.  Indonesia butuh orang seperti beliau.  Jihad ini jihad dijalan yang benar.  Sumsel harus mendulang suara yang tidak memalukan untuk Jokowi, ” bebernya.

Ditambahkannya, secara survei nasional  Jokowi sangat tinggi. ‘’Untuk Sumsel butuh perjuangan keras.  Bukan pak Jokowi kurang bagus.  Saya minta tim Jokowi bekerja masif,  bekerja keras tanpa pandang waktu, agar orang bersimpati dengan Jokowi, ” harapnya.

Buktinya, IMF telah menyatakan kalau Indonesia  masuk negara yang punya likuiditas baik.  Saya harapkan semua pihak,  termasuk tim melawan hoax. “Saya minta TPJ mendeteksi sejak dini terkait hoax. Karena lawan Jokowi ini gencar menyebarkan fitnah dan hoax,” tegasnya.

Bahwa TPJ Sumsel terdiri dari praktisi hukum yang bakal menjadi pagar pencinta dan pendukung Jokowi.  “Selamat kawan- kawan praktisi hukum sepakat mendukung Jokowi 2 periode. Saya sejak 2014 mendukung Jokowi, saya  tidak berubah,” bebernya.

Ketua Koordinator Tim Pembela Jokowi Sumsel, Novriansyah  Bastari menegaskan, dibentuk untuk menjaga marwah presiden terhadap serangan yang menyerang Jokowi.

“Kita sudah bentuk,  kita membela Jokowi.  Karena marwah presiden harus  dijaga. Kita tidak masuk tim pemenangan,  tidak dibawah tim pemenangan. Kita khusus menjaga marwah presiden,” ucapnya.

Tambah Novriansyah, setelah dibentuk,  pihaknya akan segera menyisir pola yang mau menyerang presiden.  “Kita sisir pola yang nak nyampake presiden.  Jika ingatkan. Kalau tidak bisa kita lapor ke pihak berwanang. Aparat kita kan banyak.  Gambar meme yang melecehkan kita ingatkan.  Kalau meme bisa yang membangun tidak masalah,” ujarnya .

Tim Pembela Jokowi di Sumsel ini adalah yang ke 12. “Tim Pembela Jokowi ini sudah dibentuk di 12 provinsi.  Koordinasi kita langsung ke Tim Pembela Jokowi Pusat, ” paparnya. (*)

laporan : yulie
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed