oleh

Campak dan Rubella ‘Momok’ Masyarakat

Unicef dan Dinkes Road Show Jurnalis

PALEMBANG, SuaraSumselNews – PENYAKIT Campak dan Rubella hingga kini tetap menjadi ‘momok’ bagi masyarakat. Utamanya terhadap anak-anak yang usia 9 atau dibawah 15 tahun. Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak-Rubella agar kebal terhadap virus-virus penyakit tersebut.

Campak dan Rubella sama-sama penyakit infeksi menular melalui napas yang disebabkan virus Campak dan virus Rubella. Dan penyakit ini mengancam bagi anak-anak dan orang dewasa yang belum imunisasi.

Terkait hal itu, pihak United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF), bersama sejumlah Pimpinan Redaksi (Pemred) adakan Road Show Jurnalis, Kamis kemarin (2/8) di Hotel Amaris Palembang.

Kegiatan ini atas kerjasama Forum Kajian Jurnalisme (FKJ) Sumsel, tentang engagement media road show dan orientasi jurnalis bagi pimpinan media, redaktur dan wartawan di Kota Palembang.

Dan FKJ Sumsel selenggarakan road show dengan topik ‘Imunisasi Massal Campak Rubella dan Peran Media Massa’. Sedangkan siangnya, session orientasi jurnalis dengan topik ‘Teknik dan Strategi Peliputan Imunisasi Massal Campak Rubella’’.

Bahwa penyakit Campak (measles) dan penyakit Rubella sama-sama membahayakan. Orang yang terjangkit penyakit Campak akan rawan terkena radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk.

Sedangkan orang yang terjangkit penyakit Rubella, rentan terkena kelainan jantung, katarak, tuli, lambat berkembangnya dan jaringan otak mengalami kerusakan. ‘’Meskipun orang terutama anak-anak, sudah pernah imunisasi Campak atau terkena Campak sebelumnya, anak harus tetap mendapatkan imunisasi MR, agar kebal terhadap Rubella.

“Jadi orang tua atau anak yang sudah imunisasi campak pun juga harus imunisasi MR, apa lagi yang belum. Dan imunisasi MR ini adalah kombinasi vaksin Campak-Rubella agar kebal terhadap virus Campak dan Rubella. Makanya, masyarakat hendaknya tak ragu imunisasi MR,’’ ujar dr Rismar Rini, SpAK dari Dinas Kesehatan Sumsel, yang juga sebagai narasumber.

Saat bersamaan, tampak hadir dr Delpiana Sialagan seorang dokter umum yang bekerja di RSMH Palembang, memberikan kesaksiannya akan bahaya virus Rubella. ‘’Virus Rubella ini, anaknya alami kehidupan yang tak normal. Belum lagi masa-masa dalam perawatan sangat menguras, pikiran, biaya dan waktu yang ekstra,’’ jelas Delpiana.

Meski saya seorang dokter, sempat putus asa. Namun karena spirit teman-teman, akhirnya saya bisa legowo. Saya teringat betapa sedih dan gundah gulananya keluarga merenungi anak yang kita sayangi sakit seperti itu. ‘’Kondisi Ini terkena pada kami seorang dokter, bagaimana bila pada keluarga yang dibawah garis kemiskinan,” urainya.

Sementara, fasilitator dari UNICEF, Tommy Sucipto dalam kampanyenya menyebutkan, vaksin MR ini telah mendapat rekomendasi dari World Helath Organezation (WHO) dan ijin edar dari BPOM. Vaksin ini 95% efektif aman dalam mencegah penyakit Campak dan Rubella dan telah digunakan oleh 141 negara.

Sejauh ini vaksin MR hanya mampu diproduksi oleh Tiongkok dan India. Sedangkan virus yang diimport Indonesia total berasal dari India.

Juga pada session akhir road show jurnalis tersebut, wartawan senior Anwar Rasuan yang juga sebagai Ketua DKD PWI Sumsel didaulat sebagai narasumber.

Katanya, Pemimpin Redaksi (Pemred) itu harus cermat dengan apa yang ditulis oleh wartawan. Utamanya masalah enggel (isi berita) yang diberikan.

“Ingat kita sebagai pimpinan redaksi, harus selektif  dalam mencermati isi berita yang ditulis wartawan, sebelum dipublikasikan. Jangan abaikan kode ethik dan peraturan yang ada,’’ harap Anwar Rasuan.

Apalagi masalah pemberitaan, Campak dan Rubella ini. Bila kita salah menafsirkan tentang berita kedua penyakit tersebut akan berdampak buruk terhadap masyarakat. ‘’Sebagai Pemred harus berhati-hati dan wajib memahami tentang perbedaan virus kedua penyakit itu,’’ ujarnya.

Terkait penyelenggaran acara ini, pimpinan FKJ Sumsel, H Firdaus Komar mengakui, kegiatan tersebut terbatas pesertanya. Dan diikuti hanya pimpinan media/redaktur dan pimpinan organisasi wartawan,’’ terangnya.

Kata Firdaus, session road show ini, diikuti 18 peserta. Dengan narasumber, dari Dinkes Sumsel, Konsultan UNICEF. Termasuk, testimoni penderita congenital rubella sindrome.

Sedangkan, siangnya session orientasi jurnalis dengan topik ‘Teknik dan Strategi Peliputan Imunisasi Massal Campak Rubella’’. Dan pesertanya 20 wartawan/reporter/ koresponden. Baik dari media cetak, online, elektronik yang tergabung dalam komunitas jurnalis kesehatan. (rill)

Print Friendly, PDF & Email
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed