oleh

Vaksin Imunisasi, Sumsel Urutan 3

Status Halal, MUI Belum Berikan Pernyataan

PALEMBANG, SuaraSumselNews- PEMBERIAN vaksin imunisasi campak, termasuk targetnya tertinggi. Khusus di Sumatera Selatan (Sumsel), targetnya 2.236 ribu anak lebih, yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota.

“Urutan tertinggi di 17 Kabupaten/Kota itu, Kota Palembang 401 ribu lebih, Banyuasin 250 ribu, OKI 220 ribu lebih. Hal ini tentunya cukup besar targetnya,” jelas Kadinkes Sumsel, Lesty Nuraini, Apr,M.Kes yang diwakili Feri, Kabid P2P, saat jumpa pers terkait seminar dan pelatihan, Minggu kemarin. (22/7).

Katanya, dari urutan tersebut, Sumsel termasuk urutan ke tiga target terbesar, setelah Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan. Pasalnya, jumlah penduduk Sumsel termasuk padat yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota. ‘’Makanya, sasaran target harus tepat untuk di salurkan,” ujarnya.

Diketahui, sasaran atau target untuk di tiga Kabupaten/Kota agar bisa terjangkau, khususnya wilayah perairan. Karena, menjadi perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel. ‘’Kondisi ini selalu diskusikan bersama Dinkes Kabupaten/Kota. Termasuk, pelaksanaan MR setiap Puskesmas, telah direncanakan,’’ jelasnya.

Puskesmas sudah optimalkan bentuk geografis. Tidak hanya dataran, sungai namun juga daerah-daerah seperti Talang yang akan diprioritaskan, nantinya, tegas Kadinkes Sumsel ini.

“Pastinya, program tersebut sudah mencapai 95 persen. Jadi kita bisa sampaikan, apa manfaat dari imunisasi tersebut. Karena Puskesmas sebagai ujung tombak dari Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dalam memberikan layanan di setiap desa,”paparnya.

Sementara, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diwakili, dr Santoso Soeroso,So.A(K) menambahkan, imunisasi sebagai intervensi dari calon pasien yang harus di cegah. Karena imunisasi itu sudah terbukti dan bermanfaat dapat dicegah melalui vaksinasi.

“Jadi tujuan adakan imunisasi massal ini untuk mencapai sesuatu tingkat yang lebih tinggi bagi anak yang di imunisasi tercegah dari penyakit,” tuturnya.

Dan mengenai pelaksanaan imunisasi, kita berpacu pada fatwa 2016. Status halal dan haramnya. Walaupun sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum memberikan pernyataan. Tapi yang jelas dengan pengumpulan bahan dan secara prosedural itu sudah di cek BPOM. ‘’Kita ketahui manfaat dari imunisasi itu sangat besar dibandingkan dampaknya,” pungkasnya. (Asr)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed