oleh

Target Sumsel 2019, 250 Ribu Sertifikat

Presiden : Target 2018, 7 Juta Sertifikat

PALEMBANG, SuaraSumselNews- PRESIDEN Joko Widodo mengatakan, sebanyak 37.848 sertifikat yang akan dibagikan kepada masyarakat Sumsel. Dan saat ini di BKB Palembang, secara simbolis baru diserahkan 6.000 sertifikat.

“Saya ingin lihat yang menerima sertifikatnya. Kalau diangkat semua, berarti sudah diberikan sertifikatnya. Saya kalau ke daerah dengar ada sengketa lahan. Misalnya di NTT, Sumatera, Papua dan  Sulawesi. Sengketa lahan itu, bisa dengan tetangga, perusahaan, Pemda dan BUMN. Karena rakyat tak pegang sertifikat. Kita harapkan tidak ada lagi sengketa tanah,” jelasnya.

Kata Jokowi, dari 126 juta bidang tanah, baru 46 juta di tahun 2015 yang bersertifikat. Berarti kurang 80 juta yang belum diberikan. Dulu alokasi pembagian sertifikat hanya 500 ribu sertifikat dibuat setiap tahunnya. Artinya harus nunggu 160 tahun untuk dapat sertifikat, kalau alokasinya tidak ditingkatkan.

Tahun lalu saya minta 5 juta pembagian sertifikat. Tahun 2018 ini, saya targetkan 7 juta harus selesai. Tahun depan harus 9 juta selesai. Silahkan dipikirkan oleh Menteri. Itu bukan urusan Presiden. Saya dapat info dari BPN, pegawai BPN kalau hari Sabtu-Minggu, masih kerja. Itu memang seharusnya maksimal melayani rakyat, paparnya.

Menurutnya, kalau rakyat sudah pegang sertifikat akan senang. Kedepan akan naikan terus. Tahun 2019, 250 ribu sertifikat, harus keluar di Sumsel. ‘’Saya ikuti targetnya tercapai atau tidak. Saya tekan Kanwil BPN Provinsi, karena ini ditunggu rakyat’’.

Bagi yang sudah menerima sertifikat dimasukan ke plastik, difoto copi. Kalau sudah pegang sertifikat, biasanya maunya disekolahkan. Silahkan dijadikan agunan, silahkan masukan ke bank. Dihitung, kalau pinjam di bank gunakan semuanya untuk modal usaha. ‘’Saya titip sehingga sertifikat dipegang oleh kita.  Jangan sampai diambil alih oleh bank. Gunakan sertifikat ini sebaik baiknya. Jangan sampai keliru,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, Jokowi berpesan, kalau negara ini besar dan terdiri dari 514 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi. Indonesia memiliki 263 juta penduduk yang beragam suku, agama, adat dan tradisi. Juga 714 suku dan 1.100 lebih bahasa yang berbeda-beda. Ini anugrah Allah,  kita berbeda, majemuk.

‘’Saya titip aset besar bangsa adalah persatuan dan kerukunan. Jangan sampai beda agama tidak rukun. Berbeda pilihan politik jangan tidak saling sapa antar tetangga. Pemilihan bupati,walikota, gubernur dan presiden. Silahkan pilih pemimpin. Jangan memecah persatuan. Ongkos politik besar, sudah coblos rukun. Jangab sampai dibawa bertahun tahun, rugi besar kita,” harapnya.

Lebih lanjut Joko Widodo mengungkapkan, dari 263 juta penduduk itu hidup di 17 ribu pulau dan  2/3 Indonesia adalah air. Ini negara besar.  “Saya pernah naik pesawat dari Aceh ke Papua 9 jam 15 menit. Kalau dari Inggris ke Istanbul itu melewati sekitar 7 negara. Artinya negara kita besar. Tapi kita tidak sadar kalau negara kita besar.

Modal kita adalah persatuan. Insha Allah, 2045 Indonesia masuk 5 negara dengan ekonomi besar di dunia. Tapi ada tantangan, ujian yang besar. Tapi alhamdulilah perstuan bisa dijaga dengan ideologi Pancasila,” pungkasnya. Diakhir acara, diberikan 3 sepeda bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Sumsel di BKB, Jumat (13/7). Dalam penyerahan di Sumsel ada 37.848 pembagian sertifikat, namun yang diserahkan secara langsung di BKB baru 6.000 sertifikat.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, terima kasih kedatangan presiden disini dan membagikan 6.000 sertifikat. Tahun ini dibagikan 175 ribu serifikat. Bapak nanti ke Jakabaring, kami siap dan tidak akan mengecewakan bangsa Indonesia.

Juga menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A Djalil menambahkan, hari ini hadir 6.000 penerima sertifikat dari seluruh Kabupten/Kota. Rinciannya Kota Palembang 1.800 sertifikat. Lahat 100 sertifikat, Muaraenim 50 sertifikat, OKI 700 sertifikat, OKU 550 sertifikat. Muba 320 sertifikat, Mura 100 sertifikat,  Kota Pagar Alam 25 sertifikat.

Kemudian, Kota Prabumulih 100 sertifikat, Kota Lubuklinggau 30  sertifikat, Banyuasin 1.800 sertifikat, OKUT 200 sertifikat. Ogan Ilir 150 sertifikat, OKUS 25 sertifikat dan Empat Lawang berjumah 50 sertifikat.

“Hari ini setelah menyerahkan 6.000 sertifikat, segera menyusul dibagikan  37.848 sertifikat lagi. Tahun ini sesuai perintah  Presiden akan dibagikan 175 ribu sertifikat di Sumsel. Tahun depan kita alokasikan paling sedikit 250 ribu sertifikat. Secara simbolis pembagian diberikan kepada 15 orang,” katanya.(*)

laporan : winarni
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed