oleh

Libur Fitri, JKN-KIS Layani Mudik

Jangan Lupa Bawa Kartu Peserta

PALEMBANG,SuaraSumselNews- PESERTA Jaminan Kesehatan Nasional –  KARTU Indonesia Sehat (JKN – KIS tak perlu khawatir saat libur lebaran tahun 2018. Tepatnya H-8 sampai H+8 atau 7-23 Juni 2018.

Peserta JKN-KIS tetap berhak atas jaminan pelayanan kesehatan selama hari libur Idul Fitri 1439 H dengan prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Untuk peserta JKN-KIS yang menjalani mudik, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

“Prinsip portabilitas pada Program JKN-KIS bisa dirasakan saat-saat mudik lebaran. Sesuai dengan peraturan perundangan dan yang selama ini sudah berjalan, peserta yang berada di luar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama,

Dan dapat mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Meskipun, peserta itu tidak terdaftar di FKTP tersebut. Hal tersebut juga sudah menjadi bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan faskes.

Kepala BPJS Cabang Kota Palembang, Andi Anshar dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr. Hj. Letizia, M.Kes.

‘’Faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan,”ungkap Direktur Pelayanan dan Perluasan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari dalam jumpa pers, Senin kemarin.

Ditambahkan, kewajiban melayani peserta luar wilayah saat libur lebaran, juga berlaku bagi FKTP Non Puskesmas (Klinik Pratama dan Dokter Praktek Perorangan) yang membuka praktek pelayanan kesehatan. Apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP. Maka peserta dapat dilayani di IGD Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

“Pada keadaaan kegawatdaruratan seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Maka akan dijamin dan dilayani serta fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya dari peserta,” ujar Andayani dengan serius.

Oleh karenanya, para peserta JKN-KIS yang sedang mudik diimbau untuk selalu membawa Kartu JKN-KIS. Penting diketahui bahwa pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif.

Karena itu, mohon agar peserta memastikan telah membayar iuran dan disiplin membayar iuran agar status kepesertaannya selalu aktif. Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN.

Dan dalam Mobile JKN peserta juga dapat melihat daftar fasilitas kesehatan terdekat yang bisa dikunjungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan, terangnya.

Bahwa untuk memastikan kelancaran peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store untuk perangkat Android.

Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Disamping itu, selama libur lebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur. Untuk memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi).

Bahwa pendaftaran peserta JKN-KIS, pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBI-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan. Kantor Cabang BPJS Kesehatan tertentu juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018 dari pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Sementara, BPJS Kesehatan juga membuka Posko Mudik di 8 (delapan) titik padat pemudik, yakni Terminal Pulo Gebang Jakarta, Rest Area KM 57 Cikampek, Stasiun Yogyakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Gilimanuk Bali, serta Pelabuhan Merak Banten.

Posko Mudik BPJS Kesehatan yang digelar pada 9 – 14 Juni 2018 tersebut menyedikan pelayanan kesehatan, obat-obatan, fasilitas relaksasi, hingga pemberian informasi program jaminan kesehatan kepada para pemudik.

PESERTA BPJS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palembang memastikan kepada peserta BPJS Kesehatan akan tetap mendapatkan pelayanan selama libur lebaran.

Masyarakat tak perlu khawatir saat libur lebaran dipastikan pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Palembang tetap buka seperti biasa. Kepala BPJS Cabang Kota Palembang, Andi Anshar mengatakan pelayanan kepengurusan administrasi di kantor tetap beroperasional seperti hari biasanya.

“Namun pelayanan kita terbatas, kita buka pelayanan dari 11-14 Juni dan 18-20 Juni yakni mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB,” ucapnya, Senin kemarin (4/6).

Adapun pelayanan administrasi yang dilayani diantaranya, pendaftaran bayi baru lahir, penerima upah, pelaporan bayi baru yang didaftarkan hingga aktivasi peserta.

Untuk peserta JKN-KIS yang menjalani mudik, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

“Bagi pemudik pun dijamin aman. Jika sakit bisa langsung ke faskes yang ada di kota tersebut,” ungkap dia. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia mengungkapkan dalam menghadapi cuti bersama, pihaknya membuat kebijakan yang sudah ada. Dasarnya dimana merujuk surat edaran dari Menteri Kesehatan dan Walikota Palembang, pelayanan kesehatan di Kota Palembang akan tetap beroperasional.

“Di Kota Palembang ini ada 32 rumah sakit dan 41 puskesmas serta 70 puskesmas pembantu. Selain itu juga ada klinik-klinik praktek dokter umum dan swasta.”

Kami juga menyediakan public safety center yang tempatnya berada di Kantor Dinas Kesehatan Kota Palembang. Terangnya. “Kami akan mempersiapkan pelayanan di beberapa tempat yang dapat melayani masyarakat kita,” ujarnya. (*)

laporan :winarni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed