oleh

Kejati Proses Laporan NWC

Terkait Dana Fiktif di Sekretariat DPRD Lahat

PALEMBANG, SuaraSumselNews- KINI Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), lagi memperoses laporan DPD Nasional Corruption Watch (NWC) Lahat. Terkait dugaan indikasi tindak pidana korupsi, di Sekretariat DPRD Kabupaten Lahat.

Proses tersebut atas laporan Dodo Arman, Ketua DPD NCW Lahat. Tentang penggunaan dana fiktif di Sekretariat DPRD Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2014 sejumlah Rp 5.765.970.998.

Kepada SuaraSumselNews Senin kemarin (21/5), Kasi Penkum Kejati Sumsel, Hotma menegaskan bahwa pihaknya telah mengecek pada Kasi Ekonomi dan Moneter tentang laporan tersebut. “Memang,  14 Mei sudah diserahkan ke Kasi Ekonomi dan Moneter. Itu sudah diproses,”  terangnya.

Kata Hotma, saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data. Nanti timnya yang menyelesaikannya. “Iya sudah masuk di Kasi Ekonomi dan Moneter. Ya, ada timnya sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPD NCW Lahat, Dodo Arman mengungkapkan, mendasar pada pengakuan Hj SP selaku bendahara, semula dia menolak perintah atasannya. Karena dana tersebut sudah tak diperlukan lagi. Mengingat kegiatan di DPRD Kabupaten Lahat sudah tidak ada lagi alias tutup buku akhir tahun.

“Akan tetapi Hj SP sebagai bawahan dipaksa oleh atasannya untuk mengambil uang tersebut ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lahat,” katanya.

Dodo menjelaskan, 17 Desember 2014, uang ditransfer ke rekening DPRD sebesar Rp 5,7 miliar. Awalnya KPPKAD menolak keras permintaan tersebut. Namun karena dipaksa oleh pihak Sekretariat DPRD Lahat, akhirnya dengan sangat terpaksa transfer dana tersebut ke rekening Sekretariat DPRD pada 17 Desember 2014 dengan 4 kali transfer.

“Berkaitan hal tersebut diatas NCW menduga tentang indikasi dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta gratifikasi. Dikarenakan surat perintah pencairan dana pemerintah Kabupaten Lahat Nomor 900/021/SPM-Nihil/15.07/1.20.4.1/2014 yang dikuasakan kepada Hj SP dapat direalisasikan,” pungkasnya. (*)

laporan : winarni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed