oleh

Pengusaha Gulung Tikar

Dampak Lemahnya Harga Karet

PALEMBANG, SuaraSumselNews- NYATANYA hingga saat ini kondisi perekonomian di negara kita secara umum masih alami kelesuan. Tentunya, hal ini berdampak terhadap perekonomian di Bumi Sriwijaya, khususnya Kota Palembang.

“Pastinya, kini perekomian kita sangat lesu alias lagi anjlok. Banyak diantara teman-teman pedagang yang terpaksa  gulung tikar alias bangkrut. Contoh saja di toko saya, yang omset per bulannya turun capai 40 persen,” terang Hermanto Wijaya.

Kepada SuaraSumselNews kemarin, Hermanto mengakui, penyebab lesunya daya beli konsumen tersebut karena anjloknya harga komoditi karet. “Buktinya, sejak anjloknya harga komoditi karet, memberikan dampak melemahnya  terhadap daya beli dari konsumen. Karena hampir 60 persen petani kita adalah petani karet. Sedangkan kan petani sawit masih sedikit,” ujar Hermanto yang juga owner Jaya Raya Eleketronic ini.

Hal senada juga di ungkapkan, Wawi Susanto pemilik toko Musi Mania yang berlokasi di kawasan Kambang Iwak Kecik. Sudah sejak empat tahun ini usahanya terjun bebas. ‘’Saya terpaksa menutup sejumlah toko. Ampun, benar-benar kondisi ekonomi kita berat sekali,’’ terangnya.

Tak hanya dia, juga dialami dan dan dirasakan banyak pengusaha seperti saya, tambah Wawi. ‘’Ya untuk bisa bertahan seperti sekarang ini saja, kita sangat bersyukur,”  urai pengusaha yang bergerak bidang garmen ini.

Makanya, untuk tak bangkrut, menurut Wawi (panggilan akrabnya), saat ini dia terpaksa mencari usaha lain, supaya bisa tetap exist. “Biar bisa terus exis ya, kita harus pandai-pandai mencari peluang. Kalau tak begitu. Habislah kita,” kilahnya dengan nada optimis. (*)

laporan : aziz
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed