oleh

Catat danTagih Janji Paslon

Dari Debat Publik Wako Lubuklinggau 

LUBUKLINGGAU, SuaraSumselNews- DEBAT publik Pasangan Calon (paslon) Wali Kota  (Wako) — Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuklinggau, berlangsung seru, tapi sangat tertib. Acara ini dilaksanakan di gedung Bagas Raya Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Selasa kemarin.

Debat publik tersebut diselenggarakan oleh KPU Lubuklinggau, dengan panelis, diantaranya, mantan penasehat KPK, Abdulah Hehamahua dan mantan wakil MenkumHAM, Deny Indrayana dan satu lagi dari akademisi.

Turut hadir, ke tiga paslon beserta 150 pendukung masing-masing. Pj Wali Kota Lubuklinggau, Sekda, Dandim 0406 MLM, Kapolres, Kajari, unsur Muspida, Camat, Lurah, dan stakeholder terkait lainnya.

Debat kandidat di ikuti paslon Wako dan Wawako Lubuklinggau ini merupakan debat yang pertama di Pilkada 2018 di wilayah Sumatera Selatan. Di ikuti tiga paslon masing-masing, pasangan nomor urut 1, H Toyeb Rakembang — Sofyan (Tos). Paslon nomorurut 2, H Prana Putra Sohe – H Sulaiman Kohar (Nansuko), dan pasangan nomor urut 3, Rustam Efendi — Riezky Aprilia (RR).

Debat publik dikemas dalam beberapa segmen. Segmen pertama paslon menyampaikan visi dan misi. Segmen kedua panelis bertanya kepada paslon (dibacakankan oleh moderator). Segmen ketiga panelis secara langsung bertanya ke masing-masing paslon (pertanyaan yang sama).

Dan segmen ke empat paslon saling bertanya dan mengeksplore jawabannya atas pertanyaan yang diajukan paslon lainnya. Dan moderator, KPU mengundang Zilvia Iskandar (presenter Metro TV).

Diantara, panelis menyoroti  permasalahan kebutuhan dasar masyarakat Kota Lubuklinggau. Diantaranya, kebutuhan air bersih  PDAM dan pendidikan. “Pengentasan tersebut akan dituntaskan melalui program utama. Maksudnya, program unggulan kita guna selesaikan kebutuhan masyarakat,’’ jawaban paslon Wako-Wawako Lubuklinggau, nomor urut 3, Rustam Effendi – Riezky Aprilia.

Sementara, paslon nomor urut 1 dan 2 dalam debat tersebut juga menyampaikan program mereka. Utamanya yang menjadi sorotan panelis, yakni ketersediaan air bersih (PDAM), pendidikan dan lainnya.

Ketua KPUD Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri menjelaskan, debat publik kali ini merupakan upaya kampanye paslon. Maksudnya sebagai pembelajaran pendidikan politik. “Program mereka agar masyarakat mengetahui tentang visi dan misinya,’’ jelas Efriadi.

Terkait hal itu, silahkan mencatat dan menagih janji-janji dari paslon bila nantinya bila mereka terpilih. ‘’Juga, masyarakat jangan di iming-imingi politik uang. ‘’Mari tentukan pilihan berdasarkan program, juga jangan lupa coblos, 27 Juni 2018 mendatang,” tegasnya.

Efriadi mengajak seluruh pasangan calon dan pendukungnya untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada Kota Lubuklinggau tahun 2018. “Mari kita menjaga keamanan dan ketertiban. Tanamkan mental siap menang dan siap kalah. Karena siapapun yang terpilih, adalah pemimpin Lubuklinggau lima tahun kedepan,” paparnya.

SuaraSumselNews dilokasi debat mengetahui, para panelis dan moderator mempertanyakan sejumlah pertanyaan terkait visi dan misi yang disampaikan masing-masing paslon. Utamanya, terkait program pembangunan, infrastruktur, pendidikan dan SDM. Serta pertanyakan upaya masing-masing paslon mengatasi narkoba di Kota Lubuklinggau.

Sementara, keamanan debat kandidat tersebut, ratusan aparat dari Polres Kota Lubuklinggau diturunkan untuk berjaga-jaga dilokasi. Dan saat itu yang boleh masuk bagi yang memiliki kartu tanda masuk yang dikeluarkan oleh KPU. (*)

laporan : marzuki
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed