by

‘Mura Sandang Daerah Tertinggal’

Mendes Dengar Paparan Bupati di Jakarta

JAKARTA,SuaraSumselNews- JAJARAN Pemkab Musi Rawas (Mura) berupaya melakukan penggalangan dari berbagai pihak guna membangun wilayah yang masih tertinggal. Tantangan ini harus dijawab bupati dengan kerja keras, untuk mewujudkannya.

Terkait hal itu, Selasa kemarin (27/2), Bupati Mura, Hendra Gunawan memaparkan kondisi umum daerahnya, diruang kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro. Paparan dimaksud tentang potensi, persoalan dan solusi yang ditawarkan dan minta dukungan dari kementerian.

Paparan yang dihadiri Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, didampingi Sekretaris Jendral Kementerian (Setjen), Direktur Jendral (Dirjen), Direktur dan Staf Ahli Kementerian berlangsung lancar. Disertai, dengan keceriaan yang saat itu direspon oleh Menteri Eko Putro Sandjojo.

Pada saat bersamaan usai paparan, menteri langsung membentuk tim percepatan pembangunan Kabupaten Musi Rawas. Makanya, dia optimis dan menargetkan dalam waktu dekat kawasan ini akan terlepas statusnya sebagai daerah tertinggal.

Kata, Menteri Desa PDTT bahwa Mura telah menjadi target dari pihaknya. Agar daerah ini terlepas dari status tertinggal yang telah belasan tahun disandangnya. ‘’Untuk mewujudkan ini, pihaknya membentuk Tim Khusus yang dikoodinasikan dengan Tim Kabupaten Mura. Guna rumuskan program yang di implementasikan di daerah itu,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, tambah menteri, pihaknya akan mengajak seluruh Kementerian, BUMN dan pihak swasta, sama-sama membangun Mura sesuai kewenangan masing-masing. Misalnya, masalah infrastruktur, berkoodinasi Kementrian PUPR. Untuk lingkungan hidup dan kehutanan, koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Juga, masalah pertanian, perkebunan dikoordinasikan bersama kementerian terkait.

Selain dari itu, pihaknya akan berkoordinasi BUMN untuk berperan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan, pertanian padi, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) mendirikan Gudang Bulog. Disertai, industri pengelolaan gabah/beras. Supaya, harga gabah/beras di tingkat petani dapat lebih tinggi.

Selain pihak swasta yang telah menanamkan investasinya di Musi Rawas agar ikut berperan aktif peningkatan perekonomian masyarakat. Diantaranya, membuat industri hilir komoditi rakyat seperti karet dan sawit.

Keinginan besar ini, urai Menteri Desa PDTT, bukan tak beralasan, selain status daerah yang tertinggal, juga karena Bupati Hendra Gunawan intens dalam memperbaiki dan memajukan daerahnya. Apalagi, Sumber Daya Alam (SDA) sangat melimpah.

Dalam paparan itu, sejumlah usulan yang dapat diterapkan, seperti,  bidang pertanian, perikanan dengan program peningkatan infrastruktur pertanian dan perikanan. Pengembangan ekonomi kreatif industri pangan olahan dan industri rumah tangga, peralatan produksi dan kemasan produk kawasan serta program pendukung lainnya.

Untuk Bidang Kawasan Pedesaan Daerah Tertinggal  khususnya produk unggulan komoditi karet, dihadapan Menteri Desa PDTT, Bupati ajukan program utama. pembangunan energi embung kawasan. Pengembangan kawasan sistem pertanian terpadu berbasis tanaman perkebunan. Ditambah, peralatan produksi dan pengemasan produk dengan program pendukung lainnya.

Dari usulan program tersebut yang ingin dicapai, peningkatan produksi padi dari 388.329 ton GKG ton GKG menjadi 440.347 ton GKG. Ditambah produktifitas padi dari 5,922 ton/Ha GKG menjadi 5,950 ton/Ha GKG. Juga,  surplus beras dari 191 ribu ton menjadi 277 ribu ton. Ditambah, peningkatan indeks pertanaman dari rata 2,66 menjadi 2,75. Dan akhirnya peningkatan pendapatan petani padi dari Rp 7.785.000 per Ha/MT menjadi Rp 9.000.000 per Ha/MT. (*)

laporan : marzuki
Print Friendly, PDF & Email

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed