oleh

Pemkab Mura Gandeng IPB

Bupati Tandatangani MoU dan MoA

MUARA BELITI, SuaraSumselNews- PEMKAB Musi Rawas (Mura) secara bertahap memaksimalkan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki. Tujuannya, memakmurkan dan kesejahteraan rakyat. Untuk capai visi besar itu, pemerintah disini menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor.

Pelibatan Lembaga Pendidikan IPB diaplikasikan dalam penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Bupati Mura, H Hendra Gunawan dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Arief Satria, SP. M.Sc. Dan pelaksanaannya, Senin kemarin (26/2) di IPB International Convention Center (IPB ICC) Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat.

Sebagai tindak lanjut dari MoU di tandatangani pada kesempatan yang sama, juga di tandatangani Memorandum of Agreement (MoA) tentang Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Bidang Pengembangan Wilayah dan Pertanian dalam arti luas yang dilaksanakan oleh Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Mura, Ir H Soharto Patih, MM  dengan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor, Dr.Ir. Ari Hermawan, MM.

Kesepakatan kerjasama, dilaksanakan selama 5  (lima) tahun ini meliputi, kajian penyusunan masterplan pariwisata. Kajian penyusunan masterplan kawasan sains dan teknologi. Perencanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk menjamin keberlanjutan pangan, kajian kelayakan kabupaten Mura sebagai outlet (pintu ekspor).Dan perencanaan pengembangan pertanian terpadu (hulu-hilir), revitalisasi kawasan agropolitan, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Juga, sistem informasi agribinis, perencanaan daya dukung dan zonasi pengembangan sektor perikanan dan terakhir kajian percetakan sawah baru.

Bupati Mura, Hendra Gunawan menyambut baik ditandatanganinya kerjasama ini. Dirinya berharap kedepan wilayahnya memiliki konsep dan perencanaan didalam mengelola potensi dan sumber daya alam. Sehingga dapat berimplikasi pada kemajuan daerah. Serta pada akhirnya kemakmuran rakyat dapat terwujud.

Kata dia, MoU ini memiliki 10 poin kesepakatan yang akan dilaksanakan. Diantaranya, laksanakan kajian penyusunan masterplan pariwisata yang bertujuan mengidentifikasi potensi. Permasalahan, peluang, tantangan serta sarana dan prasarana pendukung pengembangan kawasan wisata, paparnya.

Selain itu, lanjut Bupati, menjawab amanat Presiden Jokowi melalui Program Nawacita butir ke-6, kesepakatan ini akan melakukan kajian penyusunan masterplan kawasan sains dan teknologi. Selanjutnya melaksanakan perencanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Tujuannya, menjamin keberlanjutan pangan dan mencegah resiko menurunnya produksi pangan yang menyebabkan terancamnya ketahanan pangan.

Melaksanakan kajian kelayakan kabupaten Mura sebagai outlet (pintu ekspor), yakni analisa potensi-potensi apa saja yang mampu menunjang kelayakan itu sendiri. Melaksanakan perencanaan pengembangan pertanian terpadu. Revitalisasi kawasan agropolitan, upaya mengembalikan kawasan agropolitan yang sempat hidup, tetapi kemudian alami kemunduran/degradasi untuk dimaksimalkan.

Poin selanjutnya, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, yang menjadi ujung tombak dari berjalannya program ini. Karena tanpa adanya masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjalankannya program ini akan sia sia.

Membangun sistem informasi agribinis, yang penggunaan sistem informasi mengolah data dan menghasilkan informasi untuk agribisnis itu sendiri. Sehingga dapat mempermudah dalam mendukung pengembangannya.

Dikatakan, perencanaan daya dukung dan zonasi pengembangan sektor perikanan, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dalam sektor perikanan. Dan terakhir adalah kajian percetakan sawah baru yang bertujuan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Diharapkan, dengan kesepahaman bersama ini, dapat ditindaklanjuti. Hal ini karena berkaitan dengan kemajuan Mura dan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dan akhirnya kesempurnaan dapat terwujud.

Sementara, Rektor IPB, Dr Ir Arief Satria, SP. MSc apresiasi besar kepada Pemkab Musi Rawas atas  ditandatanganinya  MoU dan MoA ini. Kesepakatan tersebut merupakan bentuk aplikasi Tridarma Perguruan Tinggi yakni dibidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Rektor IPB ini memastikan pihaknya melalui LPPM akan mengerahkan seluruh sumberdaya dan kemampuan untuk menindaklanjuti kesepakatan ini. Dan bersama-sama pemerintah daerah dan masyarakat disini dalam membangun dan memajukan daerah ini.

Hadir dalam acara ini, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor, Dr.Ir. Ari Hermawan, MM, Pembantu Rektor, Dekan, Kepala Bappeda Musi Rawas, H Suharto Patih, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, Yudi Fachrianyah, Kepala Dinas Kominfo, Bambang Hermanto, Kepala Dinas PUCKTR, Kabag Humas, Herman dan Kabag Hukum. (*)

laporan : marzuki
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed