by

Prabumulih Miliki Museum Migas

  • Pembangunan Digagas GM Pertamina EP Asset II

PRABUMULIH, SuaraSumselNews- KINI Kota Prabumulih memiliki tempat hiburan, diantaranya Museum Minyak dan Gas (Migas). Museum ini dibangun dengan tiga dimensi itu dan mungkin satu-satunya yang ada di Indonesia, khususnya di Bumi Sriwijaya.

Lokasinya cukup strategis dan berada di kompleks Pertamina EP Asset II. Indah, cantik dan memberikan nuansa yang dinamis. Karena museum ini di desain dengan Tiga Dimensi (tridi). Jika tak ada perubahan, rencananya akan diresmikan, 9 Februari 2018 mendatang.

‘’Hadirnya museum Migas tiga dimensi yang merupakan satu-satunya museum tentang Migas di Indonesia ini, dibangun atas prakarasa Pertamina dibawah kepemimpinan, GM Pertamina EP Asset II, Ekariza.

Menurut GM Pertamina EP Asset II,  Ekariza bahwa museum tiga dimensi ini dibangun Pertamina dengan tujuan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum. ‘’Ya, tak tanggung-tanggung dana yang dikucurkan bangun museum ini,sedikitnya Rp 3 miliar,’’ jelasnya.

“Dalam museum ini berisi diarama pengeboran Migas dan lukisan tiga dimensi bertema Migas. Juga dilengkapi learning center, cafe serta fasilitas outbond,’’ urai Ekariza, kepada media ini,kemarin.

Ditambahkannya, kini proses pengerjaannya telah mencapai 75 persen. Dan nantinya museum ini akan menjadi destinasi wisata hiburan di kota Prabumulih dan sekitanrya. “Memang ide ini sejak lama, namun baru terlaksana saat ini. Diharapkan museum Migas tersebut menjadi edukasi bagi para pelajar dan masyarakat umum di Sumsel,’’ urainya.

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menyambut baik dan sangat bangga hadirnya museum Migas tiga dimensi. Dia berharap museum tersebut dapat dimanfaatkan bagi generasi muda.

“Juga kota Prabumulih telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai kota percontohan gas nasional. Sekarang Kota Nanas  ini, satu-satunya memiliki museum Migas tridi di Indonesia.  Ini sungguh luar biasa yang dilakukan oleh Pertamina. Nantinya bisa jadi destinasi wisata bagi masyarakat bahkan bagi masyarakat Indonesia,” kilahnya. (ril)

Print Friendly, PDF & Email

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed