oleh

Jemaah Asmaul Husna dan Santri Rumah Tahfidz Nonton Bareng Film ‘Meniti 20 Hari’

PALEMBANG- Road show film “Meniti 20 Hari” (M20H) di Palembang terus berjalan. Setelah diputar di 2 lokasi di Palembang (Universitas Muhammadiyah dan Graha Budaya Jaka Baring), film yang sudah diputar di 50 kota di Indonesia ini, besok (Sabtu 16/12/2017) akan kembali diputar di Graha Tiara Palembang, Jalan R.A Abusama Simpang V Lebong Siarang No. 3832 Palembang.

Kali ini, film besutan sutradara asal Yogyakarta, Ari Musbarianto ini akan ditonton ratusan jemaah Asmaul Husna, binaan Ustadz Kms H Muhammad Ali dan Jejaring Rumah Tahfidz Sumsel, binaan Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan, SQ (Ketua Pembina Yayasan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang). Fisika Fikri, S.SI, Crew Tim M20H dari Komunitas Film Palembang (Kofibang) mengatakan, kepastian lokasi itu sudah dikofirmasi kemarin, Kamis (14/11/2017) dengan Ustadz Kms H Muhammad Ali.

“Saya sudah ketemu dengan Ustadz Ali, dan setelah dikonfirmasi tim kami diminta langsung cek lokasi dan setting peralatan satu hari sebelum pemutaran,” ujarnya, tadi malam, Kamis (14/12/2017).

Fisika menambahkan, kali ini film M20H akan ditonton jemaah Asmaul Husna dan santri, ustadz-ustadzah yang di bawah jaringan Rumah Tahfidz Sumsel. Pemutaran film M20H ini menurut Fika—panggilan akrab Fisika Fikri—di lingkungan santri tahfidz Palembang baru kali pertama.

“Ke depan kita akan coba jadwalkan ke jaringan santri yang lain juga, supaya pesan moral dari film ini bisa menyentuh ke semua lapisan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Film M20H merupakan produksi perdana dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah. Sebelumnya, Sukriyanto AR, Ketua LSBO PP Muhammadiyah mengatakan, film yang mengadaptasi kisah A.R Fachruddin muda ini mengandung unsur pendidikan karakter yang baik untuk anak muda zaman sekarang.

“Film ini adalah salah satu upaya Muhammadiyah untuk melakukan reformasi budaya, lewat berbagai bidang seperti film, musik, dan lainnya,” ujar Sukriyanto.

Sukriyanto mengimbau kepada seluruh masyarakat umum dan warga Muhammadiyah untuk berbondong-bondong menonton film yang bernuansa petualangan ini.

“Selain itu, film ini nantinya diharapkan berjalan bagus dan baik, kedepannya juga bisa melahirkan film-film lainnya sehingga akan muncul bintang baru, penulis cerita, dan sutradara baru dari Muhammadiyah,” ungkapnya. (ril)

Print Friendly, PDF & Email
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed