oleh

Maulid Nabi di Halaman Masjid

PALEMBANG, SuaraSumselNews PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Masjid Jamik Nurul Hidaya Palembang, terpaksa dilaksanakan di pelataran halaman masjid ini, Kamis sore (14/12).

Sebagai pelaksana Yayasan Masjid Jamik Nurul Hidaya Sekip Bendung RT 17 Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning Palembang. Dan dibantu 65 santri, pengurus TK/TPA serta 4 ustadz dan ustadza yang mengajar di masjid tersebut.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Dan dihadiri sedikitnya ratusan warga setempat. Meski dilaksanakan dipelataran halaman masjid, namun tak menjadi hambatan yang berarti bagi warga dan panitia.

Memang ada kejanggalan dilaksanakan di halaman masjid ini. Dan menurut Ketua Yayasan Masjid Jamik Nurul Hidaya, Drs H Muslim Amin yang didampingi Ketua Badan Pendidikan Formal TK/TPA, H Mahmud Sarkowi, SAg sangat menyesalkan atas tindakan dari pengurus masjid disini. ‘’Maksudnya ada pelarangan kegiatan belajar/mengajar dalam masjid,’’ terang Muslim kepada media ini, kemarin.

Sebelumnya saat pembentukan pendidikan TK/TPA tahun 2015 lalu, struktur tersusun rapi yang dilengkapi surat legalitas yang sah. Misalnya ada akta notaris dan surat dari KemenkumHAM.

Secara kepengurusan sudah lengkap, masing-masing, Drs H Muslim Amin (Ketua Yayasan), H Mahmud Sarkowi,SAg (Ketua Badan Pendidikan Formal), Drs H Zainul sebagai pembina. Sedangkan H Pikri dan rekanannya sebagai pengurus Masjid Jamik Nurhidaya.

Sementara, Desi Kartika Dewi, SE, Rahma SPd dan Agofar Muslim ditunjuk tenaga pengajar dalam lingkungan masjid tersebut pada lantai II.

Namun kenyataannya, 29 Oktober 2017 lalu, pihak pembina menyebutkan bahwa kegiatan ajar mengajar di Masjid Jamik Nurul Hidaya Sekip telah dibubarkan. Dan tak diperboleh lagi mengadakan kegiatan TK/TPA.

Mendengar keputusan tersebut, semua pengurus yayasan yang mengadakan pendidikan TK/TPA merasa heran dan kaget. Dan apa alasan mereka memvonis kegiatan ajar mengajar TK/TPA, dinyatakan bubar.

Terkait hal itu pihak yayasan masjid ini melaporkannya ke Lurah 20 Ilir D II. Maksdunya agar mampu diselesaikan permasalahan ini dengan baik, ujarnya lagi.

Makanya, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H  tahun ini saja terpaksa dirayakan dipelataran halaman masjid. ‘’Kejadian seperti ini, seharusnya tak logis. Karenanya, diharapkan pihak yang berkompeten mampu membantu menyelesaikan perselisihan pihak yayasan dengan pengurus masjid,’’ pintanya. (*)

 

Liputan : sirlani
Print Friendly, PDF & Email
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed